Blue House Pantau Perkembangan Kunjungan Kim Jong Un, Indeks Kospi Bertahan Menguat

Indeks Kospi berhasil memperpanjang penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (27/3/2018), seiring berlanjutnya apresiasi nilai tukar won terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani | 27 Maret 2018 16:29 WIB
Bursa Korea Selatan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Kospi berhasil memperpanjang penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (27/3/2018), seiring berlanjutnya apresiasi nilai tukar won terhadap dolar AS.

Pergerakan indeks saham acuan Korea Selatan tersebut berakhir naik 0,61% atau 14,98 poin di level 2.452,06, setelah dibuka dengan penguatan 0,74% atau 17,92 poin di posisi 2.455. Adapun pada perdagangan Senin (26/3), Kospi membukukan rebound dengan penguatan 0,84% atau 20,32 poin di posisi 2.437,08.

Sebanyak 520 saham menguat, 189 saham melemah, dan 61 saham stagnan dari 770 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Sejumlah saham terpantau menopang pergerakan Kospi pada akhir perdagangan hari ini, di antaranya Woori Bank (+1,02%), Kyungbang Ltd. (+0,74%), dan Meritz Fire & Marine Insurance Co. Ltd. (+0,70%).

Di sisi lain, saham Dongwha Pharm Co. Ltd. dan KR Motors Co. Ltd. yang masing-masing turun 0,43% dan 3,24% berada di antara deretan saham yang bergerak negatif dan membatasi penguatan Kospi.

Saham Samsung Electronics Co. turut memerah dan berakhir turun 0,60% atau 15.000 poin di posisi 2.499.000 won, setelah dibuka dengan kenaikan 0,08% atau 2.000 poin di level 2.516.000.

Sejalan dengan Kospi, nilai tukar won berakhir terapresiasi 1% atau 10,78 poin di level 1.070,43, setelah berakhir menguat 0,11% atau 1,14 poin di posisi 1.081,21 per dolar AS pada perdagangan Senin (26/3).

Sementara itu, istana kepresidenan Korea Selatan, populer dengan sebutan ‘Blue House’, disebut memantau segala perkembangan terkait isu kunjungan pemimpin Korea Utara Kim Jung Un ke Beijing.

“Istana kepresidenan Blue House mengamati hal-hal yang terjadi di Beijing, seraya menjaga segala kemungkinan,” ujar seorang pejabat senior di Seoul yang tidak bersedia diidentifikasikan, seperti dikutip CNBC.

Dilanjutkan olehnya, meningkatnya hubungan bilateral antara Korea Utara dan China akan menjadi sesuatu hal yang positif sebelum berlangsungnya tatap muka antara Korea Utara dan Korea Selatan serta Korea Utara dan Amerika Serikat (AS).

Kim Jong-un dikabarkan diam-diam berkunjung ke Beijing, kunjungan pertamanya ke luar negeri setelah menjadi pemimpin negara itu pada 2011, menurut sejumlah laporan.

Media Jepang sebelumnya melaporkan bahwa ‘kereta khusus’ yang mengangkut para pejabat tinggi Korut telah tiba di Beijing pada Minggu (25/3) waktu setempat.

Kim Jong Un direncanakan akan mengadakan pertemuan terpisah dengan Korea Selatan pada akhir April dan Amerika Serikat pada Mei, termasuk pertemuan potensial dengan Trump.

“Kenyataan bahwa pertemuan tersebut diadakan adalah di luar dugaan kami. Saat ini, situasi di sekitar Semenanjung Korea bergerak sangat cepat dan sebaiknya tidak ada prasangka,” tambah pejabat tersebut.

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

27/3/2018

2.452,06

+0,61%

26/3/2018

2.437,08

+0,84%

23/3/2018

2.416,76

-3,18%

22/3/2018

2.496,02

+0,44%

21/3/2018

2.484,97

-0,02%

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indeks kospi, kim jong un

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top