The Fed Akan Naikkan Suku Bunga, Ini Kata BEI

Bursa Efek Indonesia menilai rencana The Fed untuk menaiklan tingkat suku bunga acuan pada akhirnya harus berkompromi untuk mencari titik keseimbangan yang memungkinkan kontrol ekonomi tidak sampai merugikan dunia usaha di sana.
Emanuel B. Caesario | 20 Maret 2018 15:37 WIB
Gubernur The Fed Jerome Powell - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia menilai rencana The Fed untuk menaiklan tingkat suku bunga acuan pada akhirnya harus berkompromi untuk mencari titik keseimbangan yang memungkinkan kontrol ekonomi tidak sampai merugikan dunia usaha di sana.

Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa gejolak yang terjadi di pasar modal saat ini yang menyebabkan pergerakan indeks yang terus melemah tidak terlepas dari ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat terkait dengan suku bunganya.

Koreksi terjadi tidak saja di bursa Indonesia, tetapi juga di bursa-bursa negara lain. Pasar memang membenci ketidakpastian, tetapi bisa dimaklumi lamanya keputusan Amerika Serikat sebab tidak mudah bagi mereka untuk menentukan kebijakan yang bisa menyeimbangkan antara pengendalian perekonomian dan iklim yang tetap kondusif bagi aktivitas ekonomi.

“Dengan menaikkan suku bunga, mungkin uang akan kembali ke sana, tetapi return investasi akan turun karean cost of fund mahal. Cari titik seimbangnya ini yang lama. Kalau dana masuk ke sana tetapi perusahaan tidak bisa memanfaatkan itu karena biayanya mahal, untuk apa juga. Tetapi yakini saja, bagaimanapun juga, apapun kebijakan pemerintah di sana, mereka akan menuju tingkat balance efisiensi ekonomi dan beban biaya perusahaan di sana,”” katanya, Selasa (20/3/2018).

Samsul mengatakan, korporasi di Amerika Serikat pun akan sangat terpukul bila benar pemerintah AS merealisasikan peningkatan suku bunga 3-4 kali tahun ini, sebab biaya ekonomi akan menjadi tinggi.

Pasar modal pun di sana pun berpotensi terganggu bila investor ramai-ramai mengalihkan dananya ke instrumen deposito yang menawarkan tingkat imbal hasil yang makin tinggi.

Meskipun demikian, Samsul menilai keputusan The Fed menaikkan suku bunganya dampaknya tidak akan terlalu signifikan bagi pasar modal Indonesia. Investor asing tidak saja memiliki portofolio investasi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain.

Keputusan untuk meninggalkan basis investasi mereka di negara-negara yang menjanjikan tingkat imbal hasil investasi yang tinggipun jelas tidak mudah.

“Mereka punya kalkulasi sendiri, apakah akan keluar atau tidak. [Basis investasi di negara-negara lain] ini juga tidak bisa ditinggalkan nih. Jangan sampai tinggalkan base, jangan salah-salah nanti jadi rugi,” katanya.

Tag : Kebijakan The Fed
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top