Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Indika Energy (INDY) Yakin Kinerja Positif

Setelah mencatatkan kinerja positif pada 2017, emiten energi terintegrasi PT Indika Energy optimistis pendapatan pada tahun ini bakal bertumbuh seiring dengan pengakuan pemasukan dari PT Kideco Jaya Agung secara penuh.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 19 Maret 2018  |  21:50 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah mencatatkan kinerja positif pada 2017, emiten energi terintegrasi PT Indika Energy optimistis pendapatan pada tahun ini bakal bertumbuh seiring dengan pengakuan pemasukan dari PT Kideco Jaya Agung secara penuh.

Dalam laporan keuangan yang terbit Senin (19/3), INDY membukukan pendapatan pada 2017 senilai US$1,10 miliar. Nilai itu meningkat 41,73% year on year (yoy) dari realisasi tahun sebelumnya sebesar US$775,23 juta.

Pendapatan dari pihak ketiga pada 2017 berkontribusi US$666,49 juta, sedangkan penjualan batu bara mencapai US$432,27 juta.

Arsjad Rasjid, Direktur Utama dan CEO Grup Indika Energy, menyampaikan tahun 2017 merupakan titik balik kinerja perusahaan ke zona positif seiring dengan peningkatan pendapatan.

“Indika Energy terus membangun bisnis sesuai strategi jangka panjangnya. Kami akan meneruskan momentum ini dengan fokus mengoptimalkan operasi Kideco, dan membangun sinergi dengan anak-anak perusahaan lainnya seperti Petrosea dan Mitrabahtera Segara Sejati,” paparnya dalam siaran pers, Senin (19/3).

Pertumbuhan pemasukan terutama berasal dari pendapatan Tripatra yang meningkat 26,5% yoy dari pekerjaan engineering, procurement and construction (EPC) di proyek Tangguh dan penyelesaian proyek pembangunan Floating Production Unit (FPU) lapangan Jangkrik.

Pendapatan PT Petrosea Tbk., (PTRO) juga meningkat 24,12% yoy menjadi US$259,87 juta dari sebelumnya US$209,37 juga akibat bertumbuhnya kinerja di bidang kontrak pertambangan.

Di bidang pengangkutan batu bara, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk., (MBSS) membukukan pendapatan US$68,45 juta sepanjang 2017, meningkat 4,1% yoy.

Selain itu, sambung Arsjad, INDY juga mengkonsolidasi pendapatan PT Kideco Jaya Agung sejak Desember 2017 dengan selesainya transaksi akuisisi tambahan 45% saham, sehingga kepemilkan Indika Energy menjadi 91% saham.

Laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2017 mencapai US$335,42 juta. Nilai itu melonjak dari posisi rugi bersih pada 2016 sebesar US$67,59 juta.

Adapun, laba inti perseroan naik menuju US$94,47 juta dari sebelumnya rugi US$43,33 juta. Laba inti adalah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, di luar keuntungan/kerugian operasional dan pajak terkait.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indy indika energy tbk
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top