Kekhawatiran Proteksionisme AS Bebani Sektor Teknologi di China

Pergerakan bursa saham China melemah pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (14/3/2018), terbebani kinerja perusahaan teknologi, yang dipicu kekhawatiran atas kebijakan proteksionisme AS.
Renat Sofie Andriani | 14 Maret 2018 16:55 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham China melemah pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Rabu (14/3/2018), terbebani kinerja perusahaan teknologi yang dipicu kekhawatiran atas kebijakan proteksionisme AS.

Hal tersebut membayangi data pabrik dan investasi China yang kuat. Di sisi lain, tindakan keras pemerintah China terhadap spekulasi, mengurangi daya tarik aset berisiko lebih lanjut.

Indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip hari ini berakhir melemah 0,44% atau 17,91 poin di level 4.073,34, setelah berakhir dengan pelemahan 0,88% di posisi 4.091,25 pada perdagangan Selasa (13/3).

Adapun indeks Shanghai Composite hari ini ditutup melemah 0,57% atau 18,86 poin di level 3.291,38, setelah berakhir dengan pelemahan 0,49% atau 16,46 poin di posisi 3.310,24 pada perdagangan kemarin.

Dilansir Reuters, produksi industri tumbuh dengan laju lebih cepat dari perkiraan pada awal tahun. Ini menunjukkan bahwa ekonomi mungkin akan mengalami momentum bahkan ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump merencanakan tarif yang kuat terhadap salah satu penggerak pertumbuhan paling strategis, yakni teknologi.

Tarif pada ekspor teknologi berpotensi memukul segmen yang tumbuh paling cepat dari sektor industri China.

Padahal, ini adalah area yang ingin didorong oleh pemimpin negeri tirai bambu seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tinggi.

Trump berencana menerapkan tarif impor China hingga US$60 miliar dalam waktu dekat serta akan menargetkan sektor teknologi dan telekomunikasi, seperti dilaporkan Reuters pada Selasa (13/3).

“Ada kemungkinan bahwa Trump akan melakukan lebih banyak upaya terhadap China. Situasi perdagangan jelas merupakan risiko yang meningkat dan tantangan yang relatif baru bagi China,” ujar ekonom Kevin Lai di Daiwa Capital Markets.

Indeks startup teknologi ChiNextp turun 1,7%. Sementara itu, performa perusahaan-perusahaan teknologi informasi dan telekomunikasi melemah dengan indeks yang melacak saham-saham telekomunikasi utama menyusut 1,2%.

Di sisi lain, pihak regulator sekuritas pada hari Rabu mengenakan denda senilai 5,5 miliar yuan (US$870,46 juta) pada sebuah perusahaan China karena manipulasi harga saham. Hal ini mengurangi daya tarik risiko lebih lanjut, khususnya saham berkapitalisasi kecil.

Saham dengan persentase pelemahan terbesar pada indeks Shanghai hari ini adalah Shanghai Fukong Interactive Entertainment Co. Ltd. (-9,98%), Changshu Fengfan Power Equipment Co. Ltd. (-9,97%), dan Yonyou Network Technology Co. Ltd. (-9,72%).

Tag : bursa china, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top