PASAR OBLIGASI: Penawaran Lelang SUN Capai Rp46,47 Triliun

Berbeda dibandingkan perkiraan sejumlah analis, lelang surat utang negara yang digelar pemerintah pada hari ini, Selasa (13/3/2018), justru mendulang permintaan investor yang lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya.
Emanuel B. Caesario | 13 Maret 2018 21:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Berbeda dibandingkan perkiraan sejumlah analis, lelang surat utang negara yang digelar pemerintah pada hari ini, Selasa (13/3/2018), justru mendulang permintaan investor yang lebih tinggi dibandingkan lelang sebelumnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, permintaan investor dalam lelang SUN kali ini mencapai Rp46,47 triliun. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan permintaan pada lelang SUN dua pekan sebelumnya Rp41,09 triliun.

Lelang SUN ini merupakan lelang SUN keenam yang digelar pemerintah tahun ini. Dalam 5 lelang SUN sebelumnya, tren permintaan investor terus berkurang, padahal semula mencapai rekor di lelang pertama tahun ini yakni Rp86,2 triliun.

Tren penurunan permintaan selama ini terjadi seiring dengan semakin turunnya transaksi di pasar sekunder, investor domestik yang cenderung menunggu, dan investor asing yang cenderung keluar dari pasar.

Beberapa analis yang dimintai konfirmasi oleh Bisnis.com semula mengestimasikan tren permintaan dalam lelang kali ini akan turun lagi, diperkirakan masih di atas Rp30 triliun tetapi lebih rendah dibandingkan lelang sebelumnya.

Hal ini dilatarbelakangi oleh makin tingginya tekanan di pasar domestik, selain karena sentimen eksternal potensi kenaikan suku bunga the Fed yang agresif, juga karena di dalam negeri ada sentimen negatif lain soal rencana pemerintah menambah alokasi subsidi energi.

Lagi pula, lelang sukuk negara pekan lalu mencapai level terendahnya sejak tahun lalu, yakni hanya Rp8,6 triliun. Namun, kenyataannya lelang SUN kali ini justru menunjukkan tanda-tanda pembalikan tren.

Dalam lelang SUN kali ini, penawaran tertinggi investor bukan pada seri-seri tenor terpendek, melainkan pada seri tenor 10 tahun, yakni FR0064 senilai Rp17,06 triliun. Baru selanjutnya disusul seri tenor pendek SPN 12 bulan Rp8,4triliun.

Di posisi ketiga justru ada pada seri tenor panjang 20 tahun, yakni FR0075 senilai Rp7,19 triliun. Baru setelah itu berturut-turut SPN 3 bulan Rp6,57 trilun, FR0063 tenor 5 tahun Rp6,26 triliun dan terendah FR0076 tenor 30 tahun Rp977,9 triliun.

Yield tenor 10 tahun yang dimenangkan yakni sebesar 7,750, lebih rendah dibandingkan dengan yield SUN 10 tahun di pasar sekunder yang sudah mencapai 6,806%.

Pemerintah menyerap Rp23,45 triliun dari lelang kali ini, lebih tinggi dari target indikatif Rp17 triliun. Penyerapan terbanyak berasal dari seri FR0064, yakni 7,8 triliun. Kedua seri SPN masing-masing diserap Rp5 triliun, lalu Rp3,7 triliun pada FR0075 dan Rp1,4 triliun pada FR0063.

Pemerintah hanya menyerapa Rp550 miliar dari seri FR0076. Untuk diketahui, ini merupakan lelang pertama tahun in bagi seri FR0076 tenor terpanjang 30 tahun ini.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top