Rencana Pertemuan Trump-Kim Jong Un Dorong Bursa Jepang Menguat

Bursa saham Jepang berhasil memperpanjang penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (9/3/2018), saat investor mencermati prospek pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Renat Sofie Andriani | 09 Maret 2018 14:54 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Jepang berhasil memperpanjang penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, Jumat (9/3/2018), saat investor mencermati prospek pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan penguatan 1% atau 17,04 poin di level 1.726,99 dan berakhir naik 0,32% atau 5,53 poin di level 1.715,48. Dari 2.057 saham pada indeks Topix, 1.092 saham di antaranya menguat, 881 saham melemah, dan 84 saham stagnan.

Saham Keyence Corp. dan SoftBank Group Corp. yang masing-masing naik 2,68% dan 1,30% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 hari ini berakhir naik 0,47% atau 101,13 poin di level 21.469,20, setelah dibuka dengan penguatan 1,06% atau 226,15 poin di posisi 21.594,22.

Sebanyak 144 saham menguat, 74 saham melemah, dan 7 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham SoftBank Group Corp. yang naik 1,30% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei, diikuti Tokyo Electron Ltd. (+1,20%) dan Fast Retailing Co. Ltd. (+0,55%).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut melemah 0,45% atau 0,48 poin ke posisi 106,71 per dolar AS pada pukul 14.00 WIB, setelah berakhir terdepresiasi 0,15% di posisi 106,23 pada perdagangan Kamis (8/3).

Kepada awak media di Washington, Kepala Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan Chung Eui-yong mengutarakan keinginan Kim Jong Un untuk bertemu Presiden Trump sesegera mungkin.

Diktator Korut yang terkenal dengan tindak tanduknya yang kontroversial itu disebut berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi serta akan menahan diri dari uji coba nuklir atau rudal.

Trump dikabarkan akan melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Mei mendatang sebagai tanggapan atas undangan Kim untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi.

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan moneternya yang longgar pada pertemuan kebijakan yang berakhir hari ini. BOJ juga mempertahankan kontrol kurva imbal hasilnya dan target pembelian aset.

“Investor melihat berkurangnya tensi di Asia Timur. Pasar mengambil pendekatan yang lebih rasional, mempertanyakan perkembangan ini akan memberi hasil material,” kata Norihiro Fujito, pakar strategi senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co., seperti dikutip Bloomberg.

 

Tag : Donald Trump, bursa jepang
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top