Bursa Saham Jepang Sukses Pertahankan Rebound, Ini Sentimen Penopangnya!

Dua indeks saham acuan Jepang berhasil mempertahankan reboundnya hingga akhir perdagangan hari ini, Kamis (8/3/2018), di tengah meredanya kekhawatiran seputar kebijakan perdagangan proteksionisme dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Renat Sofie Andriani | 08 Maret 2018 15:18 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Dua indeks saham acuan Jepang berhasil mempertahankan rebound hingga akhir perdagangan hari ini, Kamis (8/3/2018), di tengah meredanya kekhawatiran seputar kebijakan perdagangan proteksionisme dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Indeks Topix hari ini dibuka rebound dengan penguatan 0,94% atau 16,04 poin di level 1.720 dan berakhir naik 0,35% atau 5,99 poin di level 1.709,95. Dari 2.057 saham pada indeks Topix, 930 saham di antaranya menguat, 1.040 saham melemah, dan 87 saham stagnan.

Saham Nintendo Co. Ltd. dan Eisai Co. Ltd. yang masing-masing melesat 4,06% dan 9,84% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 hari ini berakhir naik 0,54% atau 115,35 poin di level 21.368,07, setelah dibuka rebound dengan penguatan 1,11% atau 235,44 poin di posisi 21.488,16.

Sebanyak 122 saham menguat, 95 saham melemah, dan 8 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Tokyo Electron Ltd. yang melejit 4,85% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei, diikuti Eisai Co. Ltd. (+9,84%) dan FANUC Corp. (+1,48%).

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau lanjut menguat 0,15% atau 0,16 poin ke posisi 105,91 per dolar AS pada pukul 14.46 WIB. Pagi tadi yen dibuka stagnan di posisi 106,07, setelah berakhir terapresiasi 0,06% di posisi 106,07 pada perdagangan Kamis (7/3).

Dilansir Bloomberg, produsen barang elektronik memberi dorongan terbesar terhadap indeks Topix setelah Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengindikasikan bahwa rencana tarif impor AS belum difinalisasikan.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengemukakan kemungkinan pembebasan pengenaan tarif impor untuk beberapa negara.

“Pandangan bahwa AS tidak mungkin meluapkan perang perdagangan telah menguat,” kata Shingo Ide, chief equity strategist di NLI Research Institute, seperti dikutip dari Bloomberg.

Penguatan bursa saham Jepang juga ditopang data ekonomi negeri Sakura yang menunjukkan pertumbuhan lebih besar dari yang diperkirakan pada kuartal keempat tahun lalu, ditopang pemulihan ekspor sepanjang tahun yang telah memacu investasi bisnis dan persediaan meningkat.

Produk domestik bruto (PDB) Jepang berekspansi 1,6% secara tahunan, lebih besar dari perkiraan pertumbuhan sebesar 1% pada kuartal keempat. Adapun belanja bisnis naik 1% dari kuartal sebelumnya.

 

Tag : bursa jepang, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top