Pascalaporan Keuangan, Ini Prospek Emiten Grup Astra AALI & AUTO

Perolehan pendapatan dan laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk., (AALI) melampaui estimasi konsensus analis. Berdasarkan data Bloomberg, konsensus analis memprediksi pendapatan perusahaan pada 2017 mencapai Rp15,72 triliun dan laba bersih sejumlah Rp1,97 triliun.
Hafiyyan | 27 Februari 2018 11:34 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA-Perolehan pendapatan dan laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk., (AALI) melampaui estimasi konsensus analis. Berdasarkan data Bloomberg, konsensus analis memprediksi pendapatan perusahaan pada 2017 mencapai Rp15,72 triliun dan laba bersih sejumlah Rp1,97 triliun.

Dari 25 analis yang memantau saham AALI, 15 di antaranya merekomendasikan beli, 8 analis menyarankan tahan, dan 2 lainnya merekomendasikan jual. Target rerata harga saham perusahaan pada 2018 ialah Rp16.253.

Pada penutupan perdagangan Senin (26/2), saham AALI naik 200 poin atau 1,45% menjadi Rp13.975, meningkat 6,27% secara year to date (ytd). Harga itu mencerminkan PE 11,61x.

Analis PT Indo Premier Sekuritas Frederick D. Tanggela menyampaikan, pada 2018 pendapatan AALI diprediksi moderat di level Rp17,03 triliun. Namun, laba bersih dapat meningkat menuju Rp2,25 triliun.

“Kinerja keuangan AALI didukung luasan lahan dengan pohon produktif yang mencapai 193.708 hektare. Jumlah itu paling besar dibandingkan emiten lainnya yang masuk dalam pantauan Indo Premier,” paparnya dalam publikasi riset pada 7 Februari 2018.

Dia merekomendasikan beli terhadap saham AALI dengan target harga Rp18.500. Angka itu mencerminkan PE 11x.

Sementara itu, analis Indo Premier Sekuritas Chandra S. Pasaribu kemarin [Senin, 26 Februari 2018] merekomendasikan tahan terhadap saham AUTO dengan target harga Rp2.660.

Pada penutupan perdagangan Senin (26/2), saham AUTO turun 45 poin atau 2,45% menuju Rp1.795. Harga sudah melorot 12,86% secara ytd.

Tag : astra, aali
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top