Pendapatan Astra Agro (AALI) dan Astra Otoparts (AUTO) Kompak Tumbuh

Dua emiten yang masuk ke dalam Grup Astra, yakni PT Astra Agro Lestari Tbk., (AALI) dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO), melaporkan pendapatan serta laba bersih pada 2017 mengalami peningkatan.
Hafiyyan | 27 Februari 2018 11:24 WIB
Karyawan duduk di depan monitor pergerakan IHSG dan emiten di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Dua emiten yang masuk ke dalam Grup Astra, yakni PT Astra Agro Lestari Tbk., (AALI) dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO), melaporkan pendapatan serta laba bersih pada 2017 mengalami peningkatan.

Direksi AALI dalam laporan keuangannya di Harian Bisnis Indonesia meyampaikan, perusahaan memperoleh pendapatan bersih senilai Rp17,30 triliun pada 2017. Jumlah itu naik 22,52% year on year (yoy) dari Rp14,12 triliun pada tahun sebelumnya.

Namun demikian, beban pokok pendapatan perseroan turut meningkat menjadi Rp13,16 triliun dari 2016 sebesar Rp10,44 triliun. Alhasil, laba bruto mencapai Rp4,14 triliun, naik dari sebelumnya Rp3,68 triliun.

Laba sebelum pajak penghasilan pada 2017 ialah Rp2,94 triliun, naik dari sebelumnya Rp2,21 triliun. Akan tetapi, beban pajak penghasilan melonjak menjadi Rp824,88 miliar dari 2016 senilai Rp94,48 miliar.

“Laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan AALI mencapai Rp2,01 triliun. Nilai itu naik tipis 0,2% yoy dari 2016 sejumlah Rp2 triliun,” papar direksi.

Jumlah kas dan setara kas pada awal tahun 2017 mencapai Rp531,58 miliar dan 2016 sebesar Rp294,44 miliar. Namun, pada akhir tahun lalu nilai kas merosot menjadi Rp262,29 miliar.

Total aset perseroan pada tahun lalu mencapai Rp24,93 triliun, meningkat sedikit dari sebelumnya Rp24,23 triliun. Aset tidak lancar sebesar Rp20,69 triliun, naik dari 2016 sejumlah Rp20,17 triliun.

Total liabilitas pada 2017 meningkat menjadi Rp6,40 triliun dari sebelumnya Rp6,63 triliun. Liabilitas jangka pendek menurun menuju Rp2,31 triliun dari 2016 sejumlah Rp3,94 triliun. Adapun, ekuitas AALI meningkat menjadi Rp18,54 triliun, naik dari 2016 senilai Rp17,59 triliun.

Sementara itu, emiten produsen komponen otomotif PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mengantongi pendapatan bersih sejumlah Rp13,55 triliun pada tahun lalu. Nilai itu meningkat 5,80% yoy dari Rp12,81 triliun pada 2016.

Beban pokok pendapatan meningkat menuju Rp11,79 triliun dari sebelumnya Rp10,95 triliun. Laba bruto perusahaan pada 2017 pun menurun menjadi Rp1,76 triliun dari sebelumnya Rp1,85 triliun.

Akan tetapi, pada 2017 AUTO memeroleh laba bersih senilai Rp551,41 miliar, naik 31,61% yoy dari sebelumnya Rp418,20 miliar. Laba per saham juga meningkat menjadi Rp114 dari 2016 sebesar Rp87.

Nilai kas pada 2017 dan 2016 masing-masing senilai Rp914,63 miliar serta Rp948,28 miliar. Akhir tahun lalu, jumlah kas dan setara kas menurun menjadi Rp679,92 miliar.

Total aset AUTO pada 2017 mencapai Rp14,76 triliun, naik dari sebelumnya Rp14,61 triliun. Tahun lalu, aset tidak lancar meningkat menjadi Rp9,53 triliun dari 2016 sebesar Rp9,71 triliun.

Liabilitas perseroan menurun tipis menjadi Rp4 triliun pada 2017, dibandingkan Rp4,07 triliun pada tahun sebelumnya. Liabilitas jangka pendek juga berkurang menuju Rp3,04 triliun dari 2016 sejumlah Rp3,26 triliun.

Adapun, ekuitas AUTO pada 2017 mencapai Rp10,76 triliun, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp10,54 triliun.

Tag : astra, kinerja emiten, aali
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top