Sentimen Negatif Emiten BUMN Karya Hanya Sementara

Sentimen negatif untuk emiten kontraktor pelat merah diyakini hanya sementara sejalan dengan adanya evaluasi proyek yang dapat meningkatkan kualitas dan pengerjaan proyek infrastruktur domestik.
Sentimen Negatif Emiten BUMN Karya Hanya Sementara M. Nurhadi Pratomo | 23 Februari 2018 06:57 WIB
Sentimen Negatif Emiten BUMN Karya Hanya Sementara
Warga mengamati tim Labfor Bareskrim Pori melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascarobohnya pascarobohnya bekisting pier head pada proyek konstruksi pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Sentimen negatif untuk emiten kontraktor pelat merah diyakini hanya sementara sejalan dengan adanya evaluasi proyek yang dapat meningkatkan kualitas dan pengerjaan proyek infrastruktur domestik.

Vice President Research Artha Sekuritas Indonesia Frederik Rasali menilai sentimen negatif untuk kontraktor badan usaha milik negara (BUMN) hanya bersifat sementara. Pasalnya, tidak ada perubahan fundamental yang membuat perusahaan berhenti mengerjakan proyek sepenuhnya.

Sebaliknya, dia menilai evaluasi proyek yang dilakukan oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait malah akan meningkatkan kualitas pengerjaan dari para kontraktor. Dengan demikian, ke depan diharapkan risiko operasional akan semakin berkurang.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama juga meyakini moratorium pekerjaan elevated atau layang hanya bersifat sementara. Dengan demkian, emiten kontraktor pelat merah dapat meningkatkan kualitas pengerjaan proyek.

Dia memberikan rekomendasi beli dan tahan untuk sejumlah saham emiten kontraktor BUMN. Untuk saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) misalnya, mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga jangka panjang di level Rp2.650 per lembar.

Selanjutnya, saham PT PP (Persero) Tbk.(PTPP) juga direkomendasikan beli. Secara teknikal, terlihat pola three inside up candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation dengan target harga jangka panjang Rp3.670 per lembar.

Di sisi lain, Nafan merekomendasikan tahan untuk saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT). Target harga saham kedua emiten tersebut yakni Rp2.900 dan Rp3.950.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan harga saham emiten konstruksi pelat merah masih terkonsolidasi pada penutupan perdagangan, Kamis (22/2/2018). Harga saham WIKA berhasil mendarat di zona hijau atau menguat 10 poin ke level Rp1.940.

Akan tetapi, pergerakan saham WSKT masih stagnan di level Rp2.940. Kondisi tersebut serupa dengan ADHI yang bertahan di level Rp2.400.

Adapun saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) masih bergerak di zona merah melanjutkan pelemahan sejak perdagangan awal pekan ini. Harga saham perusahaan tol pelat merah tersebut kembali terkoreksi 25 poin ke level Rp5.525. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emiten bumn

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top