Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EMITEN BATU BARA: Saham ITMG Diproyeksi Punya Potensi Upside Hingga 15%

Kinerja saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) bergerak menguat agresif sepanjang tahun berjalan. Hingga 1 Februari 2018, emiten dengan kode saham ITMG tersebut sudah mencatatkan kenaikan nilai saham sebesar 48,79%.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 02 Februari 2018  |  00:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) bergerak menguat agresif sepanjang tahun berjalan. Hingga 1 Februari 2018, emiten dengan kode saham ITMG tersebut sudah mencatatkan kenaikan nilai saham sebesar 48,79%.

Dalam setahun terakhir, saham emiten batubara tersebut pun mencatatkan kenaikan cukup agresif sebesar 78,03%. Pada penutupan perdagangan Kamis (1/2), saham ITMG mengalami penguatan sebesar 1,65% atau 500 basis poin ke level Rp30.800.

Analis Mega Capital Sekuritas Novilya Wiyatno mengungkapkan hingga akhir tahun, saham ITMG berpotensi menyentuh Rp35.700 atau potensi upside lebih dari 15%, dengan katalis utama yaitu rencana penambahan cadangan dan kapasitas produksi ITMG.

Selain itu, Novilya mencatat sepanjang tahun ini akan ada kenaikan potensi kenaikan permintaan batubara baik dari sisi domestik maupun ekspor. Ditambah lagi, ITMG baru saja menempuh akuisisi tambang baru sehingga memiliki infrastruktur mumpuni.

“Tahun 2017, ITMG baru saja mengakuisisi 70% saham PT Tepian Indah Sukses (TIS) dan akan menempuh sejumlah akuisisi untuk mencari pengganti tambang yang masa konsesinya hampir berakhir. Dengan akuisisi itu, ITMG dapat memaksimalkan kapasitas produksinya,” ungkap Novilya dalam riset.

Mega Capital memprediksi konsumsi batubara di dalam negeri akan meningkat, merespons ditetapkannya minimal DMO (Domestic Market Obligation) 2018 oleh pemerintah sebesar 25% dari batas atas produksi tahun ini yang sebesar 485 juta ton.

Dengan demikian, konsumsi batu bara nasional akan mencapai 121 juta ton sepanjang 2018. Kenaikan target DMO tersebut ditopang terutama oleh kebutuhan dari industri dalam negeri, dan mulai beroperasinya pembangkit listrik berbahan bakar batubara.

Dengan menggunakan metode discounted cash flow, Novilya menyebut saham ITMG memiliki potensi upside sebesar 14,06% sehingga Mega Capital merekomendasikan untuk membeli saham ITMG.

Senada, Equity Analyst Sinarmas Sekuritas Richard Suherman menyampaikan kenaikan permintaan batu bara akan terus terjadi. Sepanjang tahun berjalan, harga batu bara tercatat telah naik 6% ke level tertingginya yaitu US$106,0 per ton.

Pada level global, permintaan China pada produk batubara diprediksi kian besar karena musim dingin di Negeri Tembok Raksasa yang lebih kuat pada tahun ini. Kenaikan permintaan tersebut tidak diimbangi dengan pasokan baik dari dalam negeri China dan impor, sehingga pada Desember 2017 stok batu bara China berada pada level terendahnya yaitu 115,45 metrik ton.

“Kami melihat ada permintaan batubara yang menguat, sehingga merekomendasikan saham-saham sektor batu bara. Untuk saham ITMG, masih ada potensi upside sebesar 11,1%,” ujar Richard.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indo tambangraya megah
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top