Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dow Jones Tembus Level 26.000

Indeks Dow Jones untuk pertama kalinya berakhir menembus level 26.000, sedangkan dua indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) lain di bursa Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Rabu (17/1/2018), didorong ekspektasi investor terhadap laporan keuangan korporasi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Januari 2018  |  05:32 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Dow Jones untuk pertama kalinya berakhir menembus level 26.000, sedangkan dua indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) lain di bursa Wall Street melonjak pada akhir perdagangan Rabu (17/1/2018), didorong ekspektasi investor terhadap laporan keuangan korporasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik tajam 1,25% atau 322,79 poin di level 26.115,65, indeks S&P 500 menguat 0,94% atau 26,14 poin di 2.802,56, dan indeks Nasdaq Composite berakhir menanjak 1,03% atau 74,59 poin di level 7.298,28.

Dow Jones juga membukukan all time high pada perdagangan intraday. Pada perdagangan Selasa (16/1), indeks ini sempat menembus 26.000 sebelum turun kembali ke bawah level tersebut.

Sementara itu, indeks S&P 500 membukukan rekor level penutupan tertinggi dan telah naik 4,8% sepanjang tahun ini, dengan hanya mencatat dua sesi pelemahan.

Lebih dari tiga perempat dari 36 perusahaan pada S&P 500 yang dilaporkan sejauh ini telah melampaui perkiraan pendapatan, menurut Thomson Reuters I/B/E/S.

Dilansir Reuters, S&P 500 tercatat telah membukukan 86 kali level tertinggi baru sedangkan Nasdaq Composite mencatatkan 107 level tertinggi baru dan 31 level rendah baru.

Prospek untuk laba korporasi di masa mendatang juga cerah, setelah undang-undang tarif pajak perusahaan yang rendah telah disetujui pada bulan Desember.

“Dengan kebijakan yang signifikan, ada respon yang baik pada pasar. Sekarang kita mulai mendapatkan panduan atas laporan keuangan yang mendorong optimisme pasar,” kata Brad McMillan, chief investment officer di Commonwealth Financial Network di Waltham, Massachusetts, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/1/2018).

Saham Boeing melonjak 4,7% setelah mengumumkan joint venture dengan Adient untuk membuat kursi pesawat udara. Saham IBM menguat 2,9% setelah analis Barclays menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi 'overweight' serta menaikkan target harga sebesar US$59 menjadi US$192.

Di sisi lain, Goldman Sachs dan Bank of America melaporkan hasil yang mengecewakan. Sub sektor bank pada S&P 500 turun sebelumnya pada intraday trading meski mampu berakhir naik 0,6% pada perdagangan Rabu.

Saham Bank of America turun 0,2%, sedangkan saham Goldman Sachs turun 1,9% setelah membukukan kerugian kuartalan pertamanya dalam enam tahun.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street dow jones
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top