Dolar AS Merayap di Zona Merah, Yen Lanjut Menguat

Indeks dolar AS terpantau bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini, Rabu (10/1/2018), seiring dengan penguatan kinerja mata uang yen Jepang menyusul langkah Bank of Japan (BOJ) mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang.
Renat Sofie Andriani | 10 Januari 2018 11:14 WIB
Karyawan sebuah bank memegang mata uang dollar Amerika Serikat di Jakarta, Rabu (11/1/2017). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks dolar AS terpantau bergerak di zona merah pada perdagangan pagi ini, Rabu (10/1/2018), seiring dengan penguatan kinerja mata uang yen Jepang menyusul langkah Bank of Japan (BOJ) mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melandai 0,11% atau 0,099 poin ke level 92,429 pada pukul 10.35 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun hanya 0,001 poin di level 92,527, setelah pada perdagangan Selasa berakhir menguat 0,18% atau 0,170 poin di posisi 92,528.

Pada saat yang sama, nilai tukar yen menguat 0,30% atau 0,34 poin ke 112,31 per dolar AS, untuk perdagangan hari kedua berturut-turut terhadap dolar AS.

Dilansir Reuters, pengurangan pembelian obligasi pemerintah Jepang oleh BOJ dalam operasi pasar regulernya, memicu spekulasi tentang keluarnya bank sentral Jepang tersebut dari kebijakan stimulus moneternya yang masif di masa mendatang.

“Langkah BOJ mengingatkan para pedagang bahwa bank sentral sentral berkemampuan menormalisasi kebijakan moneter mereka,” kata Masafumi Yamamoto, kepala pakar strategi mata uang di Mizuho Securities.

“Saya pikir penguatan yen yang tidak diinginkan ini akan membuat BOJ lebih berhati-hati dalam melangkah maju, ketika mereka ingin bergerak menuju normalisasi,” tambahnya.

Penguatan dolar AS sebelumnya ditopang oleh imbal hasil Treasury AS yang mencapai level tertingginya dalam 10 bulan pada Selasa (9/1).

Imbal hasil Treasury AS mencapai 2,551% pada perdagangan Asia, setelah ditutup di 2,546% pada perdagangan Selasa (9/1), ketika naik 2,555%, level tertingginya sejak Maret.

Posisi indeks dolar AS                                       

10/1/2018

(Pk. 10.35 WIB)

92,429

(-0,11%)

9/1/2018

92,528

(-0,18%)

8/1/2018

92,358

(+0,44%)

5/1/2018

91,949

(+0,10%)

4/1/2018

91,853

(-0,34%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Tag : dolar as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top