Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waskita Karya (WSKT) Catat Piutang Proyek LRT Palembang Sebesar Rp9,1 Triliun

Korporasi konstruksi milik negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) masih mengantongi piutang proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) Palembang senilai Rp9,1 triliun yang belum dibayar oleh pemerintah.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 04 Januari 2018  |  11:40 WIB
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. M. Choliq, menjawab pertanyaan saat paparan kinerja di Jakarta, Senin (18/12). - JIBI/Dwi Prasetya
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. M. Choliq, menjawab pertanyaan saat paparan kinerja di Jakarta, Senin (18/12). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Korporasi konstruksi milik negara, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) masih mengantongi piutang proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) Palembang senilai Rp9,1 triliun yang belum dibayar oleh pemerintah.

Direktur Utama Waskita Karya M.Choliq mengatakan dari nilai proyek sebesar Rp10,9 triliun, pemerintah telah membayar Rp1,8 triliun kepada perseroan. Dengan demikian terdapat kekurangan sekitar Rp9,1 triliun.

“[Piutang] Rp9,1 triliun itu belum termasuk bunga dari delay pembayaran,” katanya ketika ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Rabu (3/1).

Piutang tersebut, lanjutnya, akan dijual kepada investor dengan skema factoring atau anjak piutang pada 2018. Skema factoring itu akan dilakukan apabila pemerintah menerbitkan surat pernyataan utang.

Dengan skema factoring, lanjutnya, investor akan menikmati bunga atas keterlambatan pemerintah membayar utang kepada WSKT.

“Bayangan saya, mereka (investor) mau karena yang ngutang negara,” paparnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, skema factoring seperti ini baru pertama kali dijajaki oleh Waskita Karya karena sebelumnya perusahaan belum pernah mengalami kesulitan arus kas seperti saat ini.

Choliq mengatakan pihaknya berusaha melakukan sekuritisasi untuk mendapatkan dana segar.
Skema factoring ini merupakan salah satu upaya perusahaan tersebut selain menerbitkan obligasi atau mendapatkan pendanaan lain.

Sebagai gambaran, proyek LRT Palembang merupakan proyek milik Kementerian Perhubungan. Sampai saat ini, pemerintah belum membayar sepenuhnya biaya pengerjaan proyek kepada Waskita Karya.

Nilai kontrak dari proyek LRT pertama di Sumatera ini mencapai Rp10,9 triliun dengan jangka waktu pelaksanaan mulai 21 Oktober 2015 sampai dengan 30 Juni 2018.

Perkembangan fisik proyek itu mencapai 68,05% sampai dengan Oktober 2017. Pada Desember 2017, perkembangan proyek LRT direncanakan akan mencapai 80,82%. Proyek itu sendiri diharapkan akan beroperasi pada Juni 2018.

Proyek LRT Palembang merupakan salah satu proyek strategis yang dibangun pemerintah untuk mendukung perhelatan akbar kompetisi olah raga tingkat Asia, Asian Games, pada tahun inimendatang di Jakarta dan Palembang.

LRT Palembang membentang dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin sampai dengan Komplek Olahraga Jakabaring sepanjang 23,40 kilometer dan melintasi Sungai Musi dengan bentang sungai 435 meter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn waskita karya
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top