Moody's Review Rating DIRE Lippo

Lembaga pemeringkat Moodys Investor Service tengah meninjau dan berpeluang menurunkan peringkat Baa3 atas dana investasi real estat Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT) .
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 21 Desember 2017  |  23:24 WIB
Moody's Review Rating DIRE Lippo
Proyek pembangunan mega proyek Meikarta, di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (23/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service tengah meninjau dan berpeluang menurunkan peringkat Baa3 atas dana investasi real estat Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT).

Jacintha Poh, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody’s, mengatakan bahwa review untuk menurunkan peringkat LMIRT didorong oleh kualitas kredit entitas kunci dalam Lippo Group yang memburuk, yang mana berkontribusi terhadap sekitar sepertiga dari pendapatan LMIRT.

LMIRT sangat terkait erat dengan Lippo Group, sebab Lippo Group bertindak selaku sponsor, penyedia properti yang menjadi aset dasar LMIRT, manajer atas REIT LMIRT, manajer properti yang menjadi aset dasar, dan sekaligus penyewa dari properti tersebut.

LMIRT terpapar resiko penurunan peringkat terutama karena kualitas kredit dari dua entitas utama Lippo Group semakin memburuk, yakni PT Lippo Karawaci Tbk. (B1 stabil) dan PT Matahari Putra Prima Tbk. (B1 stabil). Peringkat kedua emiten tersebut telah diturunkan tahun ini.

Jacintha mengatakan, Moody’s berharap dalam 12 bulan hingga 18 bulan ke depan LMIRT dapat tetap memperoleh sepertiga pendapatannya dari Lippo Group, terutama setelah LMIRT memperpanjang perjanjian sewa dengan PT Lippo Karawaci Tbk. atas aset Lippo Mall Kemang hingga 2019.

“Kami memperkirakan metrik keuangan LMIRT akan melemah akibat akuisisi yang agresif, sehingga LMIRT akan lebih rentan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan devaluasi aset,” ungkapnya.

Jacintha mengatakan, LMIRT juga menghadapi risiko refinancing yang tinggi terhadap sekitar 30% utangnya yang akan jatuh tempo pada 2018. MTN senilai SGD100 juta akan jatuh tempo pada November 2018, sementara pinjaman SGD90 juta akan jatuh tempo apda Desember 2018.

Leverage LMIRT juga akan meningkat menyusul rencana akusisi dua mal ritel, yakni Lippo Plaza Jogja dan Kediri Town Square yang akan dibiayai dengan utang senilai SGD98,1 juta. Rencana ini targetnya selesai akhir tahun ini.

Review Moody’s akan berfokus pada kemampuan LMIRT utnuk mengurangi eksposurenya pada Lippo Group, perbaikan metric keuangannya, dan penanganan utang jatuh temponya pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lippo group, moodys

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup