Permintan India dan Pakistan Turun, Ekspor CPO Indonesia Lesu

Pasar minyak sawit India dan Pakistan lesu yang berimbas pada menurunnya ekspor minyak sawit Indonesia ke kedua negara tersebut dan turut menyeret turunnya total volume ekspor minyak sawit Indonesia.
Wike Dita Herlinda | 15 Desember 2017 12:35 WIB
Kelapa sawit - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Ekspor crude palm oil  Indonesia mengalami penurunan yang dipicu oleh melemahnya permintaan di pasar India dan Pakistan.

Pada Oktober 2017, total volume ekspor CPO atau minyak sawit mentan asal Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) hanya mampu mencapai 2,60 juta ton. Angka ini turun sekitar 5,6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara itu, stok CPO Indonesia sampai pada akhir Oktober tercatat meningkat  16% dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau dari 2,92 juta ton pada September membengkak menjadi 3,38 juta ton pada Oktober 2017.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), meningkatnya stok  di dalam negeri karena produksi yang meningkat dan turunnya kinerja ekspor.

“Produksi minyak sawit Indonesia [CPO dan palm kernel oil atau PKO] pada Oktober 2017 meningkat  3% dibandingkan dengan September, atau dari 4,03 juta ton  menjadi 4,16 juta ton,” kata Seken Gapki Togar Sitanggang dalam siaran pers, Jumat (15/12/2017).

Pada Oktober, beberapa negara tujuan utama ekspor Indonesia mencatatkan kenaikan permintaan minyak sawit dari Indonesia. China membukukan kenaikan 14% atau dari 370,47 ribu ton di September terkerek menjadi 423,74 ribu ton.  Sementara itu, negara-negara di Uni Eropa naik 18%, Amerika Serikat naik 11%, dan Bangladesh naik 22%.

Namun,  permintaan Pakistan  menurun  cukup signifikan yaitu 32% atau dari 211.520  ton pada September, turun menjadi 144.260  ton pada Oktober.

“Penurunan permintaan dari Pakistan dikarenakan mulai aktifnya crushing plant di negara tersebut yang memicu impor kedelai dan kanola yang tinggi selain itu juga harga menjadi faktor kuat bagi Pakistan dalam menentukan volume pembelian minyak sawit,” kata Togar.

Permintaan India juga seperti Pakistan, yang turun  16% atau dari 650.750  ton pada September  menjadi 544.170  ton pada Oktober.

Menurut Togar, penurunan permintaan dari India karena harga  dan bea masuk di India yang tinggi. Selain itu, India juga sedang giat mengisi stok kedelai di dalam negerinya.

Dari sisi harga, sepanjang Oktober harga minyak sawit global bergerak di kisaran US$700  –  US$735 per  ton dengan harga rata-rata US$719,4 per  ton. Harga rata-rata ini turun tipis dibandingkan dengan harga rata-rata September yaitu US$724,9 per  ton.

Di sektor biodiesel, serapan biodiesel di dalam negeri pada Oktober menurun 4% atau dari 225.000 ton pada September turun menjadi 216.000 ton pada Oktober. Serapan biodiesel di dalam negeri masih konsisten tiap bulannya meskipun ada fluktuasi.

Tag : minyak sawit
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top