Gandeng Mansek, Pelindo III Kaji Penerbitan Surat Utang

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) tengah mengkaji penerbitan surat utang maksimal US$1 miliar atau Rp13,5 triliun utnuk mendanai ekspansi dan melunasi hutang sindikasi.
Rivki Maulana/Wike Dita Herlinda
Rivki Maulana/Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  18:28 WIB
Gandeng Mansek, Pelindo III Kaji Penerbitan Surat Utang
Suasana pelabuhan Tenau yang dikelola PT Pelindo III, di Kupang, NTT, Senin (17 /7). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) tengah mengkaji penerbitan surat utang maksimal US$1 miliar atau Rp13,5 triliun utnuk mendanai ekspansi dan melunasi hutang sindikasi.

Direktur Utama Pelindo III, Ari Askhara mengatakan perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penasihat keuangan untuk mengkaji opsi penerbitan surat utang yang paling efisien bagi perseroan.

"Ini adalah sinergi BUMN pertama antara Pelindo III dan Mandiri Sekuritas untuk menggalang dana dari pasar modal global,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Ari menjelaskan, perseroan memiliki tiga opsi dalam menggalang dana lewat penerbitan surat utang. Ketiga opsi itu yakni penerbitan obligasi rupiah dalam negeri, obligasi rupiah global atau Komodo Bond, dan obligasi global berdenominasi valas. Untuk itu, Pelindo III bakal terus memantau perkembangan pasar modal global untuk menentukan waktu penggalangan dana yang tepat baik dalam mata uang asing maupun rupiah.

Untuk diketahui, Pelindo III pernah menerbitkan obligasi global pada Oktober 2014 senilai US$500 juta dengan tenor 10 tahun dan kupon 4,875%. Pelindo III memperoleh peringkat BBB- dari Standard & Poors, BBB- dari Fitch, dan Baa3 dari Moody's. Di 2016, Pelindo III juga mraih rating AA+ dari Pefindo.

Ari menjelaskan, peluang menerbitkan obligasi global terbuka karena sumber pendapatan keuangan perseroan 40% berdenominasi valas. Walhasil, risiko terpapar dari gejolak kurs terbilang minimal. Ari menyebut, pendapatan valas Pelindo III per tahun mencapai kisaran yang setara Rp3 triliun sedangkan beban bunga obligasi global Rp700 miliar sehingga lindung nilai alami (natural hedge) bisa terpenuhi.

Di 2018-2019, Pelindo III sedikitnya membutuhkan belanja modal sedikitnya Rp7,8 triliun untuk sebelas proyek penting. Beberapa proyek yang tengah digarap yakni Pembangunan kawasan ekonomi terintegrasi Java Integrated Industrial & Port Estate di Gresik, Terminal Kalibaru di Pelabuhan Tanjung Emas, Terminal LNG di Pelabuhan Benoa Bali dan PLTMG di Terminal Teluk Lamong.

Pelindo III juga tengah membangun terminal kapal pesiar di Benia Bali dengan investasi Rp1,7 triliun. Terminal serupa juga sedang dibangun di Banyuwangi. Infrastruktur pelabuhan untuk kapal pesiar ini merupakan bagian dari ekspansi Pelindo III untuk menggarap segmen pariwisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top