KALEIDOSKOP BURSA SAHAM 2017: IHSG Kinclong, Namun Tumbuh Melambat

Sejak awal tahun 2017 hingga akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (8/12/2017), IHSG tercatat telah menguat hingga 13,86% atau 734,25 poin. Sepanjang tahun ini pula, IHSG tercatat beberapa kali mencetak rekor tertingginya.
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Desember 2017 16:35 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (ketiga kiri), didampingi jajaran direksi BEI menyampaikan sambutan terkait tembusnya indeks harga saham gabungan (IHSG) menyentuh level 6.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pada perdagangan di Jakarta, Rabu (25/10). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – 2017 terbilang tahun yang gemilang bagi indeks harga saham gabuingan (IHSG). Sepanjang tahun ini, indeks untuk pertama kalinya menembus angka 6.000.

Sejak awal tahun 2017 hingga akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (8/12/2017), IHSG tercatat telah menguat hingga 13,86% atau 734,25 poin. Sepanjang tahun ini pula, IHSG tercatat beberapa kali mencetak rekor tertingginya.

Namun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, secara persentase kenaikan IHSG masih lebih rendah. Di tahun 2016, IHSG menguat 17,19%.

Adapun rekor penutupan tertinggi IHSG hingga akhir perdagangan pekan lalu dicapai di level 6.070,72 yang dicapai pada Selasa (28/11/2017), sedangkan level terendah IHSG tahun ini dicapai pada 23/1/2017 di level 5.250,97.

Berdasarkan data BEI, sebanyak 27 perusahaan melakukan pencatatan saham perdananya (IPO) sepanjang 2017 dengan total emisi Rp5,61 triliun. Jumlah ini masih di bawah target Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencapai 38 perusahaan.

Tetapi, jumlah perusahaan yang IPO mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Di 2016, tercatat 14 perusahaan menggelar IPO dengan total emisi sebesar Rp12,07 triliun.

HIngga pekan lalu, saham PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) mencatatkan persentase kenaikan harga saham tertinggi pada 2017. Sejak tanggal IPO saham pada 10 Mei lalu, saham TAMU telah melonjak hingga 2.680%.

Di sisi lain, Saham PT Polaris Investama Tbk (PLAS) membukukan persentase pelemahan terdalam tahun ini sebesar 87%, disusul saham PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) yang merosot 81,84%.

Dengan realisasi pertumbuhan IHSG tahun ini, Analis Credit Suisse, Jahanzeb Naseer dan Benny Kurniawan memperkirakan, indeks akan mencatat pertumbuhan hingga 14% ke level 6.900 di tahun 2018.

Hal ini didorong oleh berbagai faktor, di antaranya pertumbuhan pendapatan yang membaik serta kenaikan harga batu bara dan CPO. “Pertumbuhan ekonomi sedang membaik dan hal ini mulai merembet ke dalam ekonomi riil,” ungkap mereka dalam risetnya yang diterima Bisnis.com, Senin (11/12/2017).

 

 

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top