IHSG Melemah di Akhir Sesi I, 241 Saham Tertekan

IHSG melemah 0,76% atau 45,95 poin ke level 6.018,63 di akhir sesi I. Pagi tadi IHSG dibuka juga dengan pelemahan 0,16% atau 9,49 poin di level 6.055,10, setelah pada Senin (27/11) berakhir menguat 0,04% atau 2,55 poin di level 6.064,59.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 November 2017 12:40 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (28/11/2017).

IHSG melemah 0,76% atau 45,95 poin ke level 6.018,63 di akhir sesi I. Pagi tadi IHSG dibuka juga dengan pelemahan 0,16% atau 9,49 poin di level 6.055,10, setelah pada Senin (27/11) berakhir menguat 0,04% atau 2,55 poin di level 6.064,59.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 6.017,30 - 6.058,67.

Sebanyak 106 saham menguat, 241 saham melemah, dan 216 saham stagnan dari 562 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor tambang yang melemah 2,35% dan sektor infrastruktur yang turun 1,49%.

Adapun sektor konsumer dan pertanian menahan pelemahan IHSG lebih lanjut setelah menguat masing-masing 0,01% dan 0,06%.

Profindo Sekuritas Indonesia memprediksi indeks kemungkinan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah.

Analis Dimas Pratama mengatakan IHSG selama perdagangan kemarin bergerak mixed dan berakhir melemah. Indeks ditekan dari pelemahan enam sektor terutama sektor industry dasar dan agriculture.

Asing membukukan net buy sebesar Rp 246 miliar di seluruh pasar. Indeks masih ditutup di atas MA5 dan membentuk hanging man candlestick pattern yang mengindikasikan masih adanya potensi bearish. Indikator stochastic menunjukkan akan deadcross dengan RSI bergerak melemah sedangkan MFI flat.

"Kami perkirakan indeks kemungkinan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melema," tulisnya dalam riset.

Penurunan IHSG juga sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia, yang tertekan oleh bursa China.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang tergelincir 0,3% dari level tertinggi pekan lalu di level 570,21 poin. Indeks telah berada di jalur penguatan pada sebagian besar tahun ini, dengan mencatat pelemahan bulanan hanya sekali di tahun 2017.

Bersama IHSG, pergerakan indeks saham lainnya di pasar regional terpantau melemah siang ini, dengan indeks FTSE Malay KLCI (-0,27%), indeks PSEi Filipina (-0,98%), indeks FTSE Straits Time Singapura (0,12%), sedangkan indeks indeks SE Thailand menguat 0,35%.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top