Masuk MSCI Global Standard Index, BBTN Makin Pede Jaring Investor Global

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Tabungan Negara Tbk. berhasil menembus saham Morgan Stanley Capital International Global Standard Index atau MSCI yang berpotensi meningkatkan exposure dalam membidik investor global.
Andry Winanto | 20 November 2017 14:49 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kanan) bersama Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono (kedua kiri) menyaksikan penggunaan aplikasi Quick Response Payment oleh Kepala Divisi Digital Banking Bank BTN Dopo Lastiyomo (kanan) untuk membeli gerabah dari perajin di Balkondes Karanganyar, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (17/9). - ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara Tbk. yang menembus dalam jajaran saham Morgan Stanley Capital International (MSCI) Global Standard Index, diyakini membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan exposure dalam membidik investor global.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan sebelum masuk dalam MSCI, saham perseroan dengan kode emiten BBTN ini juga telah banyak dimiliki oleh investor asing.

“Namun masuknya BBTN dalam indeks global pastinya akan membuat semakin banyak investor asing yang berminat dengan saham BTN," ujarnya dalam siaran pers, Senin (20/11/2017).

Menurut Maryono, hal itu harus ditindaklanjuti manajemen dengan menjaga kepercayaan investor melalui peningkatan kinerja keuangan. Sehingga, diharapkan dapat menambah minat investor asing untuk membeli saham perseroan.

Selain itu, masuknya bank yang fokus pada sektor perumahan ini dalam MSCI, tidak terlepas dari kinerja positif perseroan yang melebihi kinerja industri perbankan rata-rata. Hal tesebut tercermin pada harga saham BBTN melonjak dari sekitar Rp1.700 pada awal Januari 2017 menjadi Rp2.980 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

"Kami akan menjaga kepercayaan investor dengan mempertahankan kinerja yang terus tumbuh positif. Kami akan fokus menggarap pasar perumahan menengah ke bawah yang terus bertumbuh dan potensinya masih sangat besar. Ini juga untuk mendukung program sejuta rumah pemerintahan Presiden Joko Widodo," terang Maryono.

Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan mengungkapkan, pencapaian BTN merupakan prestasi yang tidak mudah untuk diraih. Dalam catatannya, emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masuk dalam daftar MSCI berjumlah kurang dari 100 emiten.

“Ini membuat peluang saham BBTN menjadi bidikan investor baik jangka pendek maupun jangka panjang," ujarnya.

Haryajid menuturkan, emiten yang berada dalam daftar MSCI, akan masuk pada radar investasi global yang di dalamnya terdapat investor besar. Dan biasanya, jika sebuah emiten telah menjadi bidikan para investor global, maka investor lokal pun akan mengikuti langkah asing dengan membeli saham emiten tersebut. “Ini peluang yang menarik bagi investor lokal untuk mengkoleksi saham BBTN" katanya.

Sebagai informasi, Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah mengubah komposisi daftar saham-sahamnya (rebalancing). Dalam daftar baru tersebut, sejumlah saham emiten Tanah Air masuk dalam MSCI Global Standard Index untuk periode November 2017 hingga Mei 2018, yang salah satunya adalah saham BBTN. Indeks tersebut, nantinya akan berlaku efektif pada 30 November 2017 mendatang.

Tag : btn
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top