Won Perkasa, Indeks Kospi Korsel Rebound

Indeks Kospi Korea Selatan berhasil membukukan rebound pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017), mengakhiri pelemahan lima hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.
Renat Sofie Andriani | 16 November 2017 15:19 WIB
Bursa Kospi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Kospi Korea Selatan berhasil membukukan rebound pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/11/2017), mengakhiri pelemahan lima hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Indeks Kospi ditutup menguat 0,66% atau 16,54 poin di level 2.534,79, setelah dibuka dengan kenaikan 0,17% atau 4,17 poin di posisi 2.522,42.  Adapun pada perdagangan Rabu (15/11), Kospi ditutup melemah 0,33% atau 8,39 poin di level 2.518,25.

Sebanyak 432 saham menguat, 275 saham melemah, dan 54 saham stagnan dari 761 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Sejumlah saham terpantau mendongkrak pergerakan Kospi, di antaranya Dongwha Pharm Co. Ltd. (+0,46%), Woori Bank (+1,23%), dan KR Motors Co. Ltd. (+3,13%).

Di sisi lain, saham Kyungbang Ltd. dan Meritz Fire & Marine Insurance Co. Ltd. yang masing-masing melemah 1,72% dan 0,40% berada di antara deretan saham yang bergerak negatif.

Sementara itu, nilai tukar won terus terapresiasi pada perdagangan hari ketiga berturut-turut. Won hari ini ditutup menguat 1% atau 11,08 poin di posisi 1.101,41 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, won telah menjadi mata uang dengan performa terbaik di antara mata uang lainnya di Asia tahun ini, dengan kenaikan lebih dari 9% terhadap dolar AS.

Menurut para analis, kinerja won Korea mungkin akan lanjut menguat ke paruh pertama 2018 seiring dengan spekulasi penaikan tingkat suku bunga acuan oleh bank sentral negara tersebur serta kekuatan ekonominya yang menarik minat investor global terhadap aset-aset berisiko.

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

16/11/2017

2.534,79

+0,66%

15/11/2017

2.518,25

-0,33%

14/11/2017

2.526,64

-0,15%

13/11/2017

2.530,35

-0,50%

10/11/2017

2.542,95

-0,30%

 Sumber: Bloomberg

Tag : indeks kospi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top