Dolar Melemah di Antara Adu Mulut AS-Korut & Spekulasi Suku Bunga Fed

Pergerakan indeks dolar AS terpantau melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (26/9/2017), seiring apresiasi mata uang yen di tengah berlanjutnya ketegangan di semenanjung Korea akibat perang retorika antara Korea Utara dan Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 September 2017  |  11:45 WIB
Dolar Melemah di Antara Adu Mulut AS-Korut & Spekulasi Suku Bunga Fed
Dolar AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar AS terpantau melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (26/9/2017), seiring apresiasi mata uang yen di tengah berlanjutnya ketegangan di Semenanjung Korea akibat perang retorika antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,07% atau 0,063 poin ke 92,585 pada pukul 10.36 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka di zona merah ketika tergelincir 0,03% atau 0,030 poin ke level 92,618, setelah pada perdagangan Senin (25/9) berakhir di posisi 92,648.

Sementara itu, nilai tukar yen menguat 0,14% atau 0,16 poin ke posisi 111,57 per dolar AS pada pukul 10.46 WIB, setelah pada Senin (25/9) berakhir terapresiasi 0,23% di posisi 111,73.

Penguatan yen didorong komentar Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho pada hari Senin (25/9), bahwa Presiden AS Donald Trump telah mendeklarasikan perang terhadap negara tersebut.

Oleh karenanya, ujar Ri, Pyongyang memiliki hak untuk melakukan langkah penanggulangan, termasuk menembaki pesawat pembom AS meskipun tidak sedang mengudara di wilayahnya. Namun pihak Gedung Putih membantah telah mendeklarasikan perang terhadap Pyongyang.

Jepang adalah negara kreditor terbesar di dunia dan para pedagang cenderung menganggap bahwa investor Jepang akan memulangkan dana pada periode krisis, sehingga mendorong yen. Di sisi lain, banyak juga yang bertanya-tanya apakah aset Jepang benar-benar akan tetap diminati jika terjadi perang di Asia.

“Dolar cenderung turun karena meningkatnya isu seputar Korea Utara. Namun persoalan apakah The Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga pada bulan Desember seperti yang diproyeksikan masih merupakan penentu akhir,” kata Shin Kadota, pakar strategi senior di Barclays, seperti dikutip dari Reuters.

Fokus para investor pun saat ini tertuju pada pandangan yang dapat dikemukakan oleh Gubernur The Fed Janet Yellen dalam pidatonya di Cleveland hari ini waktu setempat, terkait inflasi dan kebijakan moneter.

Seiring pelemahan dolar AS, kinerja euro terpantau naik 0,1% ke level US$1,1860. Meski demikian, euro masih bergerak di kisaran level rendahnya setelah kemarin ditutup melemah 0,86% di posisi 1,1848.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

26/9/2017

(Pk. 10.36 WIB)

92,585

(-0,07%)

25/9/2017

92,648

(+0,52%)

22/9/2017

92,171

(-0,10%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as, Korea Utara, Kebijakan The Fed

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top