Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Obligasi Indonesia Kian Bullish

Indeks return obligasi Indonesia terus mencatatkan rekor baru dari waktu ke waktu selama enam pekan terakhir dan masih berlanjut menguat hingga awal pekan ini menuju rekor baru lagi, mendakan pasar obligasi dalam negeri yang kian bullish.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 29 Agustus 2017  |  17:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks return obligasi Indonesia terus mencatatkan rekor baru dari waktu ke waktu selama enam pekan terakhir dan masih berlanjut menguat hingga awal pekan ini menuju rekor baru lagi, mendakan pasar obligasi dalam negeri yang kian bullish.

Sepanjang pekan lalu, kinerja return obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi mencatatkan hasil positif. Berdasarkan laporan mingguan IBPA yang dikutip Selasa (29/8/2017), seluruh indeks return obligasi kembali mencetak rekor tertinggi baru pada pekan lalu.

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 0,58% week on week (wow) ke level 230,9004. Sementara itu, kinerja INDOBeX Government Total Return naik 0,59% wow ke level 228,1092 dan INDOBex Corporate Total Return menguat 0,52% wow ke level 241,4451.

Kurva yield obligasi pemerintah dan korporasi pun kompak bergerak dalam pola bullish dengan rata-rata penurunan yield seluruh tenor sebesar -7,36 bps wow, dengan kelompok tenor pendek (1-4 tahun) mencatat penurunan terbesar -13,76 bps wow.

Dengan hasil itu, kinerja pasar obligasi Indonesia telah mencatatkan rally selama 6 pekan berturut-turut dan dari waktu ke waktu terus mencetak rekor tertinggi baru.

Nicodimus Anggi Kristiantoro, analis IBPA mengatakan, kinerja ICBI yang bullish sejak awal tahun sempat terhenti setelah mencapai titik puncaknya pada 2 Juli 2017 di level 227,6664. Indeks lantas turun kembali selama sepekan hingga level 224,2287 pada 11 Juli 2017.

Namun, setelah itu indeks terus membaik dan melampaui posisi tertinggi yang tercatat pada 2 Juli 2017. Bahkan, hingga perdangan Senin (28/8/2017) pekan ini, ICBI sudah mencapai 231,5369 atau meningkat lagi 0,27% dari posisi akhir pekan lalu, menandai rekor baru lagi.

“Pada akhirnya, ICBI sanggup mencatatkan rekor tertingginya terus menerus sejak pertengahan Agustus [2017] sampai sekarang,” katanya, Selasa (29/8/2017).

IBPA menilai penguatan kinerja pasar obligasi domestik ini tidak terlepas dari turunnya suku bunga acuan BI 7-days Reverse Repo Rate sebesar 25 bps ke level 4,50%.

Penurunan ini justru di luar dugaan konsensus yang memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.

Menurut IBPA, penurunan pertama sejak Oktober 2016 ini direspon positif pasar karena sanggup meningkatkan ekspektasi longgarnya kebijakan moneter domestik hingga akhir tahun.

Selain itu, penurunan ini juga menjadi cerminan perbaikan fundamental ekonomi dalam negeri di tengah bayang-bayang ketidakpastian pasar global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi negara
Editor : Maftuh Ihsan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top