Produsen Libur Lebaran, Harga CPO Merangkak Naik

Harga minyak kelapa sawit atau CPO mengalami penguatan seiring dengan proyeksi berkurangnya produksi akibat libur Lebaran di dua negara produsen utama, yakni Indonesia dan Malaysia.
Hafiyyan | 29 Juni 2017 10:38 WIB
Ilustrasi kelapa sawit - Reuters/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA—Harga minyak kelapa sawit atau CPO mengalami penguatan seiring dengan proyeksi berkurangnya produksi akibat libur Lebaran di dua negara produsen utama, yakni Indonesia dan Malaysia.

Pada perdagangan Kamis (29/6/2017) pukul 10.06 WIB harga CPO kontrak September 2017 di bursa Malaysia meningkat 10 poin atau 0,41% menuju 2.450 ringgit (US$570,23) per ton. Ini merupakan perdagangan kedua setelah libur pada Senin dan Selasa. Harga CPO masih merosot 19,52% sepanjang tahun berjalan.

Menurut Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim pasar CPO masih mendapatkan sentimen positif saat momen Lebaran. Salah satunya ialah prospek berkurangnya suplai karena aktivitas produksi yang terhambat di Indonesia dan Malaysia, sebagai pemasok lebih dari 80% CPO dunia.

"Liburan para petani dan pekerja terkait memang menjadi katalis positif bagi CPO, tetapi tampaknya sentimen ini belum bisa menopang harga," ujarnya kepada Bisnis.com.

Pasar juga mempertimbangkan adanya rencana program B5 di China yang dapat mengatrol sisi permintaan. Namun, agenda politis ini belum terealisasi sehingga berdampak minim terhadap harga.

Memang faktor liburan pekerja dan adanya program B5 di China membuat harga CPO meningkat tiga hari berturut-turut sampai Jumat kemarin. Namun momentum ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi profit taking.

"Pasar cenderung melakukan profit taking sampai akhir Juni 2017. Harga diperkirakan melandai menuju 2.420 ringgit per ton," paparnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top