BURSA AS: Sektor Energi dan Finansial Tekan Wall Street Turun

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,24% ke 21.029,47, sedangkan indeks S&P 500 turun 0,12% ke 2.412,91 dan indeks Nasdaq Composite melandai 0,11% atau 7 poin ke posisi 6.203,19.
Renat Sofie Andriani | 31 Mei 2017 07:16 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan sejumlah indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), seiring pelemahan dalam sektor energi dan finansial yang mengimbangi penguatan pada saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,24% ke 21.029,47, sedangkan indeks S&P 500 turun 0,12% ke 2.412,91 dan indeks Nasdaq Composite melandai 0,11% atau 7 poin ke posisi 6.203,19.

Sementara itu, sektor energi .SPNY merosot 1,31%, performa terburuk di antara sektor-sektor utama indeks S&P 500, dan Exxon (XOM.N) turun 0,6%.

Harga minyak melemah akibat kekhawatiran bahawa upaya pemangkasan produksi oleh para eksportir besar dunia mungkin tidak akan cukup untuk mengurangi kelebihan suplai global di saat terdapat tanda-tanda kebangkitan produksi kembali di Libya.

Penurunan saham finansial sebesar 0,8% juga memberi tekanan. JPMorgan (JPM.N) merosot 1,7% dan Bank of America (BAC.N) melorot 1,4%, keduanya menjadi penekan terbesar terhadap S&P 500.

Adapun sektor teknologi .SPLRCT naik 0,31%, didorong oleh penguatan Apple (AAPL.O) dan Microsoft (MSFT.O), masing-masing sebesar 0,6%.

Di sisi lain, tingkat belanja konsumen AS mencatat kenaikan terbesar dalam empat bulan pada bulan April, sedangkan inflasi bulanan rebound. Hal ini menunjukkan menguatnya permintaan domestik yang dapat memungkinkan bank sentral AS The Federal Reserve menaikkan suku bunganya bulan depan.

“Pasar rentan terhadap risiko geopolitik dan politik. Namun dalam hal ekonomi dan pendapatan, kita melihat investor merasa nyaman,” kata Peter Kenny, ahli strategi pasar senior di Global Markets Advisory Group, seperti dikutip dari Reuters (Rabu, 31/5/2017).

Menurut data Thomson Reuters, para pedagang saat ini melihat 86,6% kemungkinan untuk penaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh The Fed pada pertemuan kebijakan berikutnya.

 

Tag : bursa as, wall street
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top