KURS JISDOR 15 MEI: Terapresiasi 21 Poin, Koreksi Dolar AS Dorong Spot Rupiah

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau pada pukul 10.00 WIB menempatkan Jisdor di Rp13.319 per dolar AS, terapresiasi 0,15% atau 21 poin dari posisi Rp13.340 pada Jumat (12/5).
Renat Sofie Andriani | 15 Mei 2017 10:20 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menembus posisi Rp13.319 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (15/5/2017).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau pada pukul 10.00 WIB menempatkan Jisdor di Rp13.319 per dolar AS, terapresiasi 0,15% atau 21 poin dari posisi Rp13.340 pada Jumat (12/5).

Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,08% atau 10 poin ke Rp13.320 per dolar AS di pasar spot.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.318 - Rp13.328 per dolar AS.

Pada perdagangan Jumat, rupiah ditutup menguat 0,12% atau 16 poin ke Rp13.330 per dolar AS seiring pelemahan dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini terpantau lanjut turun 0,06% atau 0,056 poin ke 99,196 pada pukul 09.55 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka melemah 0,10% atau 0,095 poin di posisi 99,157, setelah pada Jumat berakhir melemah 0,37% atau 0,371 poin di 99,252.

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan kurs rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini akan memantau rilis neraca perdagangan.

Seperti diketahui badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis dana ekspor, impor, dan neraca perdagangan dalam negeri siang ini.

“Siang ini ditunggu neraca perdagangan April 2017 yang diperkirakan menipis surplusnya,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta, dalam risetnya.

Dikemukakan olehnya, rupiah yang sempat tertekan, mulai diuntungkan oleh kembalinya pelemahan dolar di pasar Asia Jumat pekan lalu.

Rupiah diperkirakan masih menikmati penguatannya seiring masih melemahnya dolar dan komoditas yang berhenti turun. Setelah sebelumnya konsisten menguat, ujarnya, indeks dolar AS terus terkoreksi merespons turunnya inflasi AS di saat laporan keuangan emiten AS tidak begitu baik.

“Harapan kenaikan FFR target pada FOMC meeting Juni 2017 mendatang yang sempat melonjak, saat ini mulai melunak,” kata Rangga.

Di samping itu, ujarnya, kembalinya penguatan harga minyak mentah juga melawan balik sentimen penguatan dolar.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

15 Mei

13.319

12 Mei

13.340

10 Mei

13.355

9 Mei

13.317

8 Mei

13.324

                

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

 

Tag : jisdor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top