KURS JISDOR 18 APRIL: Terdepresiasi 44 Poin, Spot Rupiah Melemah

Kurs rupiah menembus posisi Rp13.299 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (18/4/2017).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 April 2017  |  10:42 WIB
KURS JISDOR 18 APRIL: Terdepresiasi 44 Poin, Spot Rupiah Melemah
Model memegang uang rupiah kertas, - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menembus posisi Rp13.299 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (18/4/2017).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau pada pukul 10.00 WIB menempatkan Jisdor di Rp13.299 per dolar AS, terdepresiasi 0,33% atau 44 poin dari posisi Rp13.255 pada Senin (17/4).

Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah pagi ini terpantau melemah 0,08% atau 11 poin ke Rp13.297 per dolar AS di pasar spot setelah dibuka dengan pelemahan tipis 0,02% atau 2 poin di 13.288 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.286 - Rp13.317 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau berbalik turun 0,02% atau 0,020 poin ke 100,270 pada pukul 09.51 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,05% atau 0,050 poin di posisi 100,340, setelah kemarin berakhir melemah 0,22% atau 0,220 poin di 100,290.

Riset harian Samuel Sekuritas memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar cenderung melemah dalam jangka pendek, terutama berkaitan dengan proses Pilkada DKI.

Berdasarkan riset yang diterima Bisnis hari ini, tim riset Samuel menilai surplus dagang RI bisa menjaga likuiditas dolar, tetapi ketidakpastian politik masih bertahan.

Rupiah yang sempat menguat di pembukaan, akhirnya melemah pada penutupan perdagangan kemarin walaupun mayoritas kurs di Asia menguat terhadap dolar AS.

Surplus dagang yang konsisten tinggi gagal menopang rupiah yang saat ini pergerakannya lebih didominasi ketidakpastian menjelang pelaksanaan Pilkada Jakarta esok hari.

Dalam jangka menengah ruang penguatan rupiah terbuka walaupun akan cenderung lemah di jangka pendek.

Sementara itu, dolar AS terus terpuruk, dan data Tiongkok lebih baik. Indeks dolar melanjutkan penurunannya hingga dini hari tadi, masih merespons Donald Trump yang lebih lunak terhadap proteksi dagang AS.

Data AS yang kurang baik juga menambah alasan untuk dolar tidak terlalu kuat. Selain itu, pertumbuhan Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan, perlahan mengurangi efek flight to safety sehingga menyebabkan harga emas mulai terkoreksi.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

18 April

13.299

17 April

13.255

13 April

13.264

12 April

13.298

11 April

13.282

                

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup