BURSA ASIA: Di Tengah Isu-isu Penting, Indeks MSCI Mampu Naik 0,2%

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% pada pukul 02.50 siang waktu Tokyo (pkl. 12.50 WIB)
Renat Sofie Andriani | 13 April 2017 13:40 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, TOKYO – Bursa saham di Asia bergerak naik pada perdagangan siang ini, Kamis (13/4/2017), seiring merosotnya laju dolar AS dan imbal hasil obligasi sebagai reaksi atas komentar Presiden AS Donald Trump terhadap greenback.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% pada pukul 02.50 siang waktu Tokyo (pkl. 12.50 WIB), meskipun lebih banyak saham yang naik daripada yang turun, sedangkan indeks dolar Bloomberg turun ke bawah tingkat rata-rata pergerakan 200 harinya.

Dilansir Bloomberg, bursa saham Jepang melemah untuk hari ketiga, meskipun mampu mengikis pelemahan terburuknya dalam sehari di saat penguatan yen menipis, sedangkan bursa saham Korea Selatan melanjutkan reboundnya bersama won.

Sementara itu, bursa saham Hong Kong menguat setelah pengiriman luar negeri China pada bulan lalu mengalami lonjakan terbesar dalam dua tahun seiring terangkatnya permintaan global.

Dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal, Trump berkomentar bahwa laju greenback telah terlalu kuat bahwa ia lebih menginginkan bank sentral AS Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunganya di tingkat rendah.

Pasar ekuitas global memasuki periode pentingnya, dengan datangnya musim laporan laba, meningkatnya tensi geopolitik seputar Suriah dan Korea Utara, serta sejumlah agenda pemilihan di Eropa.

Di sisi lain, terus terlihat upaya Trump untuk mendorong agenda fiskalnya serta perdebatan seputar laju penyesuaian kebijakan moneter pada negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Sejalan dengan bursa Asia, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,2% setelah penurunan sebelumnya sebesar 0,6%, sementara saham China yang diperdagangkan di Hong Kong naik 0,4%. Sementara itu, indeks Kospi Korsel naik 0,7% setelah berakhir rebound pada Rabu.

Tag : bursa asia
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top