SENTIMEN OBLIGASI: Respons Gelontoran Data Ekonomi AS

Indomitra Securities mengemukakan sejumlah data ekonomi global dan berita obligasi domestik disorot pasar pada perdagangan hari ini, Jumat (31/3/2017)
Linda Teti Silitonga | 31 Maret 2017 08:09 WIB
Belanja konsumen AS melesat ikut dipantau pasar obligasi. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA- Indomitra Securities mengemukakan sejumlah data ekonomi global dan berita obligasi domestik disorot pasar pada perdagangan hari ini, Jumat (31/3/2017).

Maximilianus Nico Demus. L, Head of Fixed Income Division Indomitra Securities dalam risetnya yang diterima hari ini, Jumat (31/3/2017), mengemukakan data ekonomi dan berita saham yang disorot tersebut adalah:

Kalendar ekonomi global

  • PDB AS Annualized  QoQ naik dari sebelumnya 1,9% menjadi 2,1%. (Bloomberg)
  • Personal Consumption AS naik dari sebelumnya 3,0% menjadi 3,5%. (Bloomberg)
  • US GDP Price Index naik dari sebelumnya 2,0% menjadi 2,1%. (Bloomberg)
  • US Initial Jobless Claims turun dari sebelumnya 261.000 menjadi 258.000. (Bloomberg)
  • US Continuing Claims naik dari sebelumnya 1.987.000 menjadi 2.052.000. (Bloomberg)
  • US Bloomberg Consumer Comfort turun dari sebelumnya 51,3 menjadi 49,7. (Bloomberg)

Berita obligasi domestik

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berencana merilis obligasi korporasi dengan kupon berkisar 7,2% - 8,8%. Emisi ini diterbitkan dalam empat seri. Seri A senilai Rp 1,13 triliun dengan kupon tetap 7,2% per tahun. Efek bertenor 370 hari tersebut akan jatuh tempo pada 16 April 2018. Seri B sebesar Rp 1,74 triliun dengan kupon tetap 8,1% per tahun. Surat utang bertenor tiga tahun ini bakal kedaluwarsa pada 11 April 2020. Seri C sebanyak Rp 925 miliar dengan kupon tetap 8,3% per tahun. Instrumen bertenor lima tahun tersebut tenggat waktunya 11 April 2022. Seri D senilai Rp 1,3 triliun dengan kupon tetap 8,8% per tahun. Emisi bertenor 10 tahun ini akan jatuh tempo pada 11 April 2027.(Kontan)
  • Pemerintah menetapkan hasil penjualan Sukuk Global di pasar internasional sebesar US$ 3 miliar, yang terdiri dari US$ 1 miliar untuk tenor lima tahun dan US$ 2 miliar untuk tenor 10 tahun. (Investor Daily)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top