LAJU EMITEN 30 MARET: Berikut Bahasan Aksi Enam Saham

Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Kamis (30/3/2017)
Linda Teti Silitonga | 30 Maret 2017 08:06 WIB
Mengamati pergerakan harga saham. - .Bisnis/NurulHidayat

Bisnis.com, JAKARTA- Waterfront  Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Kamis (30/3/2017).

Octavianus  Marbun, Analis PT Waterfront  Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • TBLA Akan Bayar Bunga Obligasi Rp26,25 Miliar

PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) siap membayar bunga obligasi ke-19 Obligasi Tahun 2012 senilai Rp26,25 miliar. Obligasi tersebut memilki tingkat bunga tetap. Perseroan akan membayar bunga obligasi pada 11 April 2017. Dana tersebut akan dibayarkan ke Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 4 April 2017 selaku agen pembayar, untuk kemudian diteruskan ke Bank Sinarmas selaku wali amanat

  • SRTG Akuisisi Deltomed Laboratories Senilai Rp85,75 Miliar

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) merambah bisnis obat-obatan dengan mengakuisisi saham PT Deltomed Laboratories senilai Rp85,75 miliar. Pencaplokan saham Deltomed Laboratories dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Saratoga Sentra Business. Transaksi tersebut dilaksanakan pada 23-24 Maret 2017. Adapun tujuan pembelian saham Deltomed Laboratories yakni untuk mengeksplorasi kesempatan investasi. Pasalnya, SRTG merupakan perusahaan investasi yang aktif mencari peluang investasi pada tiga kunci utama ekonomi Indonesia, yakni produk dan jasa konsumer, infrastruktur, dan sumber daya alam

  • ITMG Akan Bagi Dividen Rp1.143/lembar

Kinerja yang sangat positif pada 2016 dibukukan oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membuat pembagian dividen pada tahun ini disepakati sebesar 99,84% dari perolehan laba bersih. Pada tahun lalu, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar US$130,71 juta. Oleh karena itu, besaran dividen yang dibagikan sebesar US$130,5 juta yang terbagi dalam dua jenis dividen. Sebesar US$36,5 juta atau setara dengan Rp434 per lembar saham telah dibagikan sebagai dividen interim pada 24 November 2016. Sisanya, sebesar US$94 juta atau setara dengan Rp1.143 per lembar saham akan dibagikan dalam bentuk dividen tunai kepada seluruh pemegang saham. Pembayarannya akan dilaksanakan pada 21 April 2017

  • Pendapatan VIVA Tumbuh 27%

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), induk perusahaan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), ANTV, tvOne dan viva.co.id, mencatatkan pendapatan Rp2,68 triliun pada 2016 atau tumbuh 27% dibandingkan dengan tahun lalu Rp2,11 triliun. Pertumbuhan pendapatan VIVA yang mencapai 27%, lebih besar jika dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata industri sebesar 22% YoY. Peningkatan pendapatan VIVA diikuti juga dengan peningkatan EBITDA yang mencapai Rp858 miliar atau tumbuh 37%. Kinerja VIVA tahun 2016 ditopang keberhasilan VIVA meningkatkan audience shares, di mana ANTV sebagai stasiun televisi hiburan unggulan yang meraih peringkat ke-2 TV Free To Air dengan audience shares rata-rata 14,0

  • PPRO Tetapkan Harga Rights Issue Pada Rp280/lembar

PT PP Properti Tbk (PPRO) menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp280 per lembar saham dimana jumlah saham yang dilepas mencapai 5.498.047.883 lembar dengan harga nominal Rp25 dan merupakan 8,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Setiap pemegang 1.000.000 saham lama yang namanya tercatat hingga 7 April 2017 berhak atas 97.869 HMETD dimana 1 HMETD berhak atas 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp280 sehingga dana yang bisa diraih mencapai Rp1.539.453.407.240. Cum dan ex di pasar reguler dan negosiasi pada 4 dan 5 April 2017 dan pasar tunai 7 dan 10 April 2017 dengan periode perdagangan 11-18 April 2017

  • Rugi Bersih CNKO Bertambah Menjadi Rp597 Miliar

Pendapatan usaha PT Explitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) mencapai Rp2,22 triliun hingga periode 31 Desember 2016 naik 100% dibandingkan pendapatan Rp1,11 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Laba bruto sebesar Rp68,57 miliar usai menderita rugi bruto Rp42,12 miliar. Namun beban lain-lain naik menjadi Rp751,15 miliar dari Rp571,12 miliar membuat rugi memburuk menjadi Rp597,10 miliar dari rugi Rp545,60 miliar tahun sebelumnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top