DOLAR AS: Indeks Rontok ke Level Terendah 4 Bulan

Indeks dolar Amerika Serikat rontok ke level terendah empat bulan perdagangan terakhir. Indeks dolar AS pada pk. 06.04 WIB, Selasa (28/3/2017) turun 0,46% ke level 99,166
Linda Teti Silitonga | 28 Maret 2017 07:31 WIB
Indeks dolar AS melemah. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA- Indeks dolar Amerika Serikat rontok ke level terendah empat bulan perdagangan terakhir.

Indeks dolar AS pada pk. 06.04 WIB, Selasa (28/3/2017) turun 0,46% ke level 99,166, seperti dikutip Bloomberg

Kegagalan reformasi perawatan kesehatan pada Jumat di parlemen, menyebabkan pasar mempertimbangkan kembali ekspektasi stimulus AS di bawah pemerintah Presiden Donald Trump.

Pasar juga mencoba untuk menemukan tingkat keseimbangan baru, setelah indeks dolar AS dan bursa saham melemah.

Pasar akan menggunakan sesi mendatang untuk mengukur kemampuan administrasi Trump guna mendorong realisasi kebijakan reformasi pajak yang dinilai menjadi pilar program stimulus fiskal.

Seperti diketahui bursa saham AS melemah pada penutupan perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB.

Indeks The S & P 500 melemah 2,39 poin atau 0,10% ke 2.341,59 pada penutupan perdagangan Senin (27/3/2017).

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 45,74 poin atau 0,22% ke 20.550,98.

Bursa saham AS melemah di saat pasar masih merespons kegagalan Presiden Donald Trump untuk meloloskan RUU Kesehatan untuk menggantikan Obamacare.

Kegagalan tersebut meruntuhkan optimisme pasar jika Trump bisa segera menerapkan kebijakannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi negaranya.

Trump mengatakan siap untuk melanjutkan reformasi pajak.

 "Peraturan reformasi fiskal diprediksi akan mengambil waktu lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya," kata Tan Kai Xian, Analis Konsultasi GaveKal Research daalm risetnya dikutip Bloomberg, Selasa (28/3/2017).

Pasar saham AS juga menyoroti gerak minyak mentah, mengingat kekhawatiran bengkaknya stok global masih terjadi di saat anggota negara pengespor (OPEC) berjanji memperpanjang emangkasan produksi untuk meningkatkan harga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top