Emiten MAMI Targetkan Pendapatan Naik 10%

PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) tahun ini memproyeksikan pertumbuhan kinerja pendapatan meningkat 10%-15% sejalan dengan upaya pengembangan fasilitas ruangan dan kamar hotel Garden Palace yang menyasar segmen MICE
Peni Widarti | 27 Maret 2017 17:20 WIB

Bisnis.com, SURABAYA – Perusahaan properti PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) tahun ini memproyeksikan pertumbuhan kinerja pendapatan meningkat 10%-15% sejalan dengan upaya pengembangan fasilitas ruangan dan kamar hotel Garden Palace yang menyasar segmen MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Direktur MAMI, Peterjanto Suharjono mengatakan tahun ini perseroan masih akan melanjutkan proyek-proyek yang sudah berjalan dalam 2 tahun terakhir, di antranya adalah melanjutkan renovasi ruang pertemuan, eksterior dan penambahan fasilitas lain.

“Proyek renovasi dan penambahan fasilitas ini butuh dana Rp80 miliar untuk proyek selama 3 tahun. Jadi tahun ini, kami hanya melanjutkan saja dan tidak ada rencana tindakan korporasi,” katanya saat Paparan Publik, Senin (27/3/2017).

Adapun selama kuartal III/2016, perseroan mencatatkan kinerja pendapatan mencapai Rp59,3 miliar naik dibandingkan capaian pada 2015 yang hanya mencapai Rp57,5 miliar. Sedangkan laba kotor tercatat Rp 32 miliar naik dari 2015 yakni Rp30,2 miliar.

Sementara untuk laba bersih pada periode kuartal III/2016 itu mencapai Rp2,1 miliar atau naik tipis dibanding 2015 yang mencapai Rp2 miliar. Sedangkan aset, perseroan mencatatkan kinerjanya mencapai Rp808 miliar, naik dibandingkan 2015 yang mencapai Rp794 miliar.

“Jadi rerata pertumbuhan pendapatan kami adalah 3,06%, dan pertumbuhan labanya 5,42%,” imbuh Peterjanto.

Dia menambahkan selain mengandalkan usaha perhotelan, MAMI juga memiliki usaha lain yakni bidang laundry oleh PT Sahaja Niaga (Garden Eco) yang melayani industri perhotelan dan ritel, dan pengembangan perumahan Giri Sea View (PT Tiara Raya) di Gresik seluas 6,6 ha, serta terselesaikannya proyek Indonesia Bagian Timur (IBT) Center yang menjadi pusat promosi dan informasi perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia Timur.

“IBT Center juga berfungsi sebagai perkantoran, dengan harapan IBT Center ini bisa bersinergi dengan hotel untuk menopang perseroan, di mana setiap tahun ada expo berkala, ada pertemuan pemda-pemda dari Indonesia Timur,” imbuhnya.

Peterjanto menjelaskan selama ini struktur pendapatan kamar hotel berkontribusi 50% dan sektor food and beverage (F&B) 50%. Penggunaan sektor MICE tidak lepas dari F&B sehingga, kontribusi segmen MICE ini bisa mencapai 20%-25%.

“Untuk itu kami kembangkan dan kami gabungkan hotel dengan IBT Center, yang mana di dalamnya ada paket-paket mengadakan seminar, menginap dan paket makan. Tahun ini pun kami targetkan tingkat okupansinya bisa mencapai 62,35% karena kami masih percaya diri dengan posisi hotel yang berada di tengah kota,” imbuhnya.

Tag : kinerja emiten, mas murni
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top