Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Kospi Ditutup Melemah 0,19%

Indeks Kospi ditutup melemah 0,19% atau 4,14 poin ke level 2.168,58, setelah pagi tadi dibuka turun tipis 0,06% atau 1,36 poin di posisi 2.171,36.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 Maret 2017  |  14:22 WIB
Indeks Kospi - Bloomberg
Indeks Kospi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (24/3/2017).

Indeks Kospi ditutup melemah 0,19% atau 4,14 poin ke level 2.168,58, setelah pagi tadi dibuka turun tipis 0,06% atau 1,36 poin di posisi 2.171,36.

Sebanyak 412 saham menguat, 281 saham melemah, dan 73 saham stagnan dari 766 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada perdagangan hari ini.

Saham Il Dong Pharmaceutical Corp. yang melemah 0,51% turut menjadi penekan atas pelemahan indeks Kospi, bersamaan dengan saham Dongwha Pharm Co. yang merosot 2,34%.

Sementara itu, saham Samsung Electronics Co. Ltd. ditutup melemah 0,72% atau 15.000 poin ke posisi 2.075.000 per lembar saham.

Seperti dilansir Bloomberg, pihak Samsung Electronics Co. menyatakan permohonan maaf hari ini kepada para pemegang saham atas keterlibatan raksasa elektronik Korsel tersebut dalam skandal yang berujung pada terjungkalnya Presiden Korsel.

Samsung juga meminta maaf atas penarikan produk smartphone Note 7 dari pasar serta berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola perusahaan dalam menghadapi tekanan dari investor.

Sejalan dengan pelemahan Kospi, nilai tukar won ditutup melemah 0,01% atau 0,16 poin ke 1.123,65 per dolar AS.

   

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

24/3/2017

2.168,58

-0,19%

23/3/2017

2.172,72

+0,20%

22/3/2017

2.168,30

-0,46%

21/3/2017

2.178,38

+0,99%

20/3/2017

2.157,01

-0,35%

 Sumber: Bloomberg


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa korsel
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top