Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bakrie & Brothers (BNBR) Siap Bangun PLTU Tanjung Jati B Senilai Rp32,4 Triliun

Induk usaha Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. segera memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati B dengan investasi setara Rp32,4 triliun (kurs Rp13.500/US$).
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 29 November 2016  |  05:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Induk usaha Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. segera memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati B dengan investasi setara Rp32,4 triliun (kurs Rp13.500/US$).

Proyek power plant lanjutan dari Tanjung Jati A tersebut memiliki kapasitas listrik 1.320 Megawatt. Total investasi yang disiapkan mencapai US$2,2 miliar-US$2,4 miliar,

Sumber Bisnis.com yang mengetahui perkembangan proyek itu mengatakan pembangunan PLTU akan memakan waktu 36-40 bulan. Proyek konstruksi akan dimulai pada pertengahan 2017.

Emiten bersandi saham BNBR tersebut menggenggam kepemilikan 20% melalui PT Bakrie Power. Bakrie Power bermitra dengan YTL Power International Berhad, anak usaha YTL Corporation Berhad dari Malaysia dengan menggenggam kepemilikan 80%.

Megaproyek PLTU berkapasitas 2x660 MW itu telah dimulai proses persiapan konstruksi, desain, hingga pembebasan lahan. YTL Power International Berhad akan memimpin penggalangan dana dalam financial closing tahun depan.

Saat dikonfirmasi, Direktur Utama Bakrie & Brothers Gafur Sulistyo Umar, enggan mengungkapkan lantaran masih terkait perjanjian kerahasiaan dengan mitra asal Malaysia.

"Kami ada perjanjian kerahasiaan dengan mitra untuk pembangunan PLTU," ujar pria yang akrab disapa Bobby Gafur tersebut.

Akhir tahun lalu, YTL Power International Berhad, melalui PT Tanjung Jati Power Co. Ltd., mengumumkan penandatanganan power purchase agreement (PPA) dengan PLN. Perusahaan asal Negeri Jiran itu membangun PLTU Tanjung Jati A di Cirebon dengan investasi US$2,7 miliar.

Adapun, tiga emiten yang tengah mempersiapkan financial closing proyek PLTU jumbo juga adalah PT Indika Energy Tbk. (INDY), PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR). PLTU Tanjung Power Indonesia berkapasitas 2x100 MW milik Adaro akan menelan investasi US$450 juta-US$550 juta.

Sementara, UNTR bakal membangun PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 dengan kapasitas 2x1.000 MW. Investasi diproyeksi mencapai US$4 miliar. Financial closing PLTU ADRO dan UNTR ditargetkan akan rampung pada akhir tahun ini.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia pada 4 Mei 2015 lalu berambisi untuk membangun pengadaan listrik sebesar 35.000 MW demi kebutuhan dalam 5 tahun mendatang.

Dari program tersebut, sebesar 10.000 MW atau 35 proyek bakal dikerjakan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dan 25.000 MW atau 74 proyek digarap oleh perusahaan swasta.

Bobby Gafur menuturkan, perseroan segera menyelesaikan proyek tol yang telah mangkrak sejak 2007. Pekan ini, proyek tol Cimanggis-Cibitung akan tersambung dengan total panjang 25,39 kilometer.

Dia menilai, sejak Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan, proyek tol itu berlanjut secara cepat. Total investasi di proyek tol ini mencapai Rp9 triliun.

"Total nilai proyek jalan tol Rp9 triliun, yang 3,5 kilometer sekitar sepertiganya karena tanah di tengah kota Depok mahal, di sini akan elevated," tuturnya.

Dia menargetkan, pembangunan proyek tol Cimanggis-Cibitung seksi I sepanjang 3,5 kilometer bakal rampung pada kuartal I/2017. Ruas tol itu akan menghubungkan dua jalan tol padat, yakni Jakarta-Cikampek dan Cinere-Jagorawi.

Tol Cimanggis—Cibitung dikelola oleh PT Cimanggis Cibitung Tollways, yang sahamnya saat ini 90% dikuasai PT Waskita Toll Road. Sementara, Bakrie & Brothers dan PT Bakrie Toll Indonesia masing-masing mengempit kepemilikan 5%.

Pertengahan tahun lalu, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. itu mengakuisisi 90% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways dari Grup Bakrie senilai Rp522,15 miliar. BNBR melepas 10% kepemilikan dan Bakrie Toll Indonesia melego 80%.

PT Cimanggis-Cibitung Tollways akan membangun Jalan Tol Cimanggis-Cibitung yang merupakan jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) II. Total panjang tol 25,385 km yang dalam pelaksanaan konstruksinya akan dibagi menjadi dua seksi.

Seksi 1 Cimanggis Junction – On/Off Ramp Transyogi sepanjang 3,50 Km, dan Seksi 2 On/Off Ramp Transyogi – Cibitung Junction sepanjang 22,8 km.

Desa yang bakal dilewati tol ini antara lain Kecamatan Setu yaitu Desa Cijengkol, Cibening, Desa Burangkeng, Desa Taman Rahayu, kemudian Kecamatan Cikarang Barat yaitu desa Telajung, desa Gandamekar, desa Gandasari, lalu Kecamatan Cibitung desa Cibuntu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup bakrie Bakrie & Brothers
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top