Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KINERJA KUARTAL III/2016: Pendapatan HM Sampoerna (HMSP) Naik 4,9%

Emiten rokok, PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatat pendapatan bersih perseroan (tidak termasuk cukai) sepanjang sembilan bulan tahun ini tumbuh 4,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  11:22 WIB
Kantor HM Sampoerna.  - HM Sampoerna
Kantor HM Sampoerna. - HM Sampoerna

Bisnis.com, JAKARTA— Emiten rokok, PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatat pendapatan bersih perseroan (tidak termasuk cukai) sepanjang sembilan bulan tahun ini tumbuh 4,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dalam keterangan resminya, persereoan mengumumkan pada kuartal III/2016 pangsa pasar perseroan mencapai 34,5%, meningkat sebesar 0,4% dari pangsa pasar di kuartal II.  Pertumbuhan pangsa pasar ini didorong oleh kinerja yang kuat di segmen sigaret kretek mesin full-flavor.

Perusahaan juga melaporkan pendapatan bersih (tidak termasuk cukai) dalam sembilan bulan pertama 2016 sebesar Rp31,8 triliun, tumbuh sebesar 4,9% dari Rp30,3 triliun pada periode yang sama di tahun 2015.

Adapun, pada kuartal III/2016, Sampoerna tetap mempertahankan kepemimpinannya di semua segmen, dengan pangsa pasar mencapai 30,1% di segmen sigaret kretek mesin, 38,2% di segmen sigaret kretek tangan, dan 79% di segmen sigaret putih mesin.

Presiden Direktur Sampoerna Paul Janelle mengatakan pencapaian tersebut diraih berkat fundamental perseroan yang kuat, yaitu kepercayaan dari para rekanan dan pemangku kepentingan, serta dedikasi dan kerja keras dari para karyawan.

“Walaupun saat ini industri tengah berada dalam situasi yang sulit, kami yakin bahwa kami akan melanjutkan keberhasilan kami melalui portofolio merek yang kuat, yang mencakup sejumlah merek andalan kami: A Mild, Dji Sam Soe, dan Marlboro,” katanya dalam keterangan resmi yang dipublikasikan Senin (24/10/2016).

Sementara itu, perseroan mengantisipasi penurunan volume industri hasil tembakau secara keseluruhan sebesar 1%-2% tahun ini yang terutama diakibatkan oleh kenaikan tarif cukai rata-rata tertimbang sebesar 15%. Industri ini diperkirakan masih akan terus mengalami tekanan sehubungan dengan kenaikan tarif cukai rata-rata tertimbang sebesar kira-kira 10% yang berlaku rata atas seluruh pelaku industri mulai tanggal 1 Januari 2017.

Beban ini diperkirakan akan mengakibatkan kinerja segmen sigaret kretek tangan terus menurun, seiring dengan peralihan preferensi perokok dewasa dari produk kretek tangan ke kretek mesin. Pada kuartal III/2016, pangsa pasar HMSP di segmen sigaret kretek tangan mengalami penurunan sebanyak 0,8%dari periode yang sama di tahun 2015 menjadi 6,6%.

Paul mengatakan perseroan memiliki komitmen terhadap segmen sigaret kretek tangan. Oleh sebab itu, perseroan melakukan sejumlah upaya untuk menahan laju penurunan di segmen ini, termasuk melakukan inovasi untuk meningkatkan mutu merek Dji Sam Soe dan Sampoerna Kretek, menawarkan harga yang bersaing untuk produk sigaret kretek tangan kami, serta berinvestasi pada merek melalui dukungan pemasaran dan penjualan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hm sampoerna hmsp kinerja emiten
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top