Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CIMB Securities Nilai Overweight Sektor Properti

CIMB Securities Indonesia menilai overweight sektor properti di Indonesia dan memilih tiga saham, yakni BSDE, PWON, dan CTRA
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 19 Oktober 2016  |  20:09 WIB
Ilustrasi pembangunan apartemen - Reuters
Ilustrasi pembangunan apartemen - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA-- CIMB Securities Indonesia menilai overweight sektor properti di Indonesia dan memilih tiga saham, yakni BSDE, PWON, dan CTRA.

Pada 19 September 2016, pemerintah mengeluarkan aturan baru dengan kebijakan kepemilikan asing di sektor properti sebagai tindak lanjut untuk mempercepat pertumbuhan properti.

Investor asing boleh memiliki penuh dan merendahkan harga minimum, seperti Rp3 milliar untuk apartemen di Jakarta dari yang sebelumnya Rp5 milliar.

Sebelumnya, investor asing diizinkan hanya membeli properti di bawah atau telah mendapatkan syarat hak pakai.

Regulasi yang baru mengubah skema bahwa asing dapat membeli properti dengan hak pakai bebas untuk tanah perumahan dan hak pakai dengan membangun untuk apartemen.

Perubahan ini akan memudahkan asing untuk membeli pada primary market atau secondary market, tulis CIMB Securities Indonesia dalam riset yang terbit pada Rabu (19/10/2016).

Menurutnya, sektor properti masih underperform terhadap IHSG sebesar 4% di tengah lemahnya pendapatan dan lambatnya performa penjualan.

Ekspektasi pada pemulihan ekonomi dan meningkatnya penjualan setelah keberhasilan amnesti pajak tetap menjadikan kami overweight call untuk sektor properti Indonesia, kata CIMB Securities Indonesia.

Saham-saham sektor properti pilihannya yakni BSDE, PWON, dan CTRA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ctra bsde saham properti cimb securities indonesia sektor properti pwon regulasi properti
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top