Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pembangkit Listrik Jawa I: Bagaimana Nasib Perusahaan Afiliasi Suami Puan Maharani?

Perusahaan afiliasi dari suami Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Hapsoro Sukmonohadi, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) mengikuti tender pembakit listrik Jawa 1. Bagaimana nasibnya?
Ilustrasi pembangkit listrik/
Ilustrasi pembangkit listrik/

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan afiliasi dari suami Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Hapsoro Sukmonohadi, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) mengikuti tender pembakit listrik Jawa 1. Bagaimana nasibnya?

Manajemen Rukun Raharja mengaku belum memenangkan tender pembakit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa 1 yang dilelang oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Proyek berbahan bakar gas terbesar dengan kapasitas 2x800 Megawatt itu termasuk dalam program 35 Gigawatt.

Legal Manager & Sekretaris Perusahaan PT Rukun Raharja Tbk. Cindy Budijono mengaku belum mengetahui hasil pemenang tender pembakit Jawa 1. Emiten bersandi saham RAJA itu telah mengajukan penawaran dalam lelang tersebut.

"Tunggu prosesnya dan sampai pemenangnya. Ini baru pertama kali kami masuk ke pembangkit listrik," tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (13/10/2016).

Rukun Raharja mengajukan penawaran secara konsorsium bersama PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), dan Mitsubishi Corporation.

Rukun Raharja tercatat sebagai perusahaan afiliasi dengan suami Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Hapsoro Sukmonohadi.

Hapsoro sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama RAJA. Dia adalah menantu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Cindy optimistis dapat memenangkan proyek Pembangkit Jawa 1 lantaran telah mengirimkan model pendanaan terbaik. Tidak hanya Jawa 1, perseroan juga tengah membidik lelang pembakit Jambi 1x100 MW maksimal 25 Oktober 2016.

Tahun ini, emiten jasa energi itu membidik pendapatan naik tipis 7,7% menjadi US$208 juta dari sebelumnya RP193 juta. Perseroan menggenjot pendapatan dengan membangun pipa di Jambi sepanjang 12 kilometer dan mengikuti tender dua pembangkit listrik tersebut.

Untuk merealisasikan kinerja tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) senilai US$40 juta dari kas internal dan pinjaman bank. Paruh pertama tahun ini, diperkirakan serapan belanja modal mencapai US$4 juta hingga US$5 juta.

Pada perdagangan Kamis (13/10/2016), saham RAJA terkoreksi 1,11% sebesar 2 poin ke level Rp178 per lembar. Kapitalisasi pasar RAJA mencapai Rp725,72 miliar dengan PE sebesar 10,62 kali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper