Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Baidu Dirikan Baidu Capital, Siapkan 20 Miliar Yuan

Seperti dikutip Reuters dari akun WeChat resmi perusahaan, investasi Baidu akan fokus pada penawaran kerja sama internet dalam mata uang yuan Cina, dolar AS dan mata uang lainnya, dengan jumlah dana masing-masing mulai dari US$50 juta hingga US$ 100 juta.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Oktober 2016  |  15:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan mesin pencari internet asal  China Baidu Inc menyatakan telah mendirikan perusahaan investasi senilai 20 miliar yuan (US$3 miliar), Baidu Capital, di tengah upaya untuk mempertahankan pasar pada era smartphone saat ini.

Seperti dikutip Reuters dari akun WeChat resmi perusahaan, investasi Baidu akan fokus pada penawaran kerja sama internet dalam mata uang yuan Cina, dolar AS dan mata uang lainnya, dengan jumlah dana masing-masing mulai dari US$50 juta hingga US$ 100 juta.

Untuk Baidu, kebutuhan untuk bertahan di masa mendatang dengan menemukan teknologi baru menjadi kian mendesak.

Tidak hanya dari saingan utama Tencent Holdings Ltd dan Alibaba Group Holding Ltd yang bernasib lebih baik dengan pengguna ponsel di China, teknologi seperti kecerdasan buatan pasca-smartphone, virtual reality dan augmented reality juga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

Untuk mengatasi itu di masa depan, bulan lalu Baidu mengumumkan pendirian Baidu Venture untuk berinvestasi senilai US$200 juta pada tiga bidang tersebut.

Adapun investasi Baidu Capital akan datang dari perusahaan asuransi, perusahaan efek dan lain-lain. Semenntara itu, beberapa lembaga investasi juga telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi.

Baidu mengatakan dana tersebut akan dikelola oleh tiga mitra dari industri investasi, dengan latar belakang di sektor internet dan ekuitas swasta, walaupun tidak spesifik menyebut ketiga mitra tersebut.

Laporan kinerja terbaru menyebutkan, Baidu membukukan penurunan laba kuartalan paling tajam dan pertumbuhan pendapatan paling lambat sejak hampir delapan tahun terakhir, pasca skandal kesehatan yang menjerat emiten tahun ini dan pembatasan pada salah satu bisnis periklanan perusahaan yang paling menguntungkan di sektor medis.

Baidu memperkirakan pendapatan kuartal ketiga berkisar antara minus 1,9% hingga surplus 1,1% dari tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

baidu
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top