Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

GRUP SINARMAS: Tjiwi Kimia (TKIM) Gandeng UMKM Garap Finishing Produk

Emiten milik taipan Eka Tjipta Widjaja pemilik Grup Sinarmas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggarap penyelesaian atau finishing produk.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 07 Oktober 2016  |  19:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten milik taipan Eka Tjipta Widjaja pemilik Grup Sinarmas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggarap penyelesaian atau finishing produk.

Unit Industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas, Tjiwi Kimia, menggulirkan program Kemitraan Proses (KP), dimana Kemitraan ini merupakan bagian penting bagi Tjiwi Kimia, selain berorientasi kepada kualitas produk, juga mengangkat daya sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut data BPS tahun 2014, jumlah UMKM di Indonesia berjumlah 57,89 juta unit, atau 99,99 % dari total jumlah pelaku usaha nasional. UMKM memberikan kontribusi terhadap kesempatan kerja sebesar 96,99 %, dan terhadap pembentukan PDB sebesar 60,34 %, sehingga menjadikan Indonesia dengan jumlah UMKM terbanyak di dunia.

Sejalan dengan nawa cita dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, sektor UMKM semakin mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Sejalan dengan visi pemerintah ini, salah satunya unit industri APP Sinarmas yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur, Tjiwi Kimia yang juga menggandeng usaha kecil dalam menyelenggarakan proses bisnisnya.

“Adalah sebuah fakta bahwa secanggih apapun mesin pabrik, tidak dapat sepenuhnya menggantikan detil dan kecermatan yang dihasilkan manusia. Beberapa produk yang kami hasilkan masih memerlukan penanganan secara manual, khususnya proses finishing,” ujar Humas Tjiwi Kimia, Sugiyanto, Jumat (7/10/2016).

Agar kualitas tetap terpelihara, Tjiwi Kimia menyediakan pelatihan (workshop), bantuan modal, selain tentunya juga bahan baku. Jenis KP yang dilaksanakan antara lain kantong belanja, hard cover dan cetak.

"Kami tentunya tidak melepas para mitra usaha begitu saja. Ini berkaitan dengan pemenuhan standar kualitas yang ketat dari perusahaan," katanya.

Kemitraan Proses (KP) kantong belanja merupakan pekerjaan finishing dari pembuatan tas atau kantong belanja eksklusif meliputi pelipatan, pengeleman, hingga pemasangan tali.

Diversivikasi usaha kantong belanja oleh Tjiwi Kimia ini telah berlangsung sejak tahun 1996 dan kemitraan usahanya mulai dilakukan di tahun berikutnya. Daya serap kemitraan ini cukup tinggi, saat ini terdapat 27 kelompok mitra usaha dengan masing-masing anggota belasan hingga yang terbanyak 100 orang lebih.

Diperkirakan jumlah tenaga kerja dari yang terserap dari kemitraan ini mencapai sekitar 1400 orang yang tersebar di berbagai pelosok desa di sekitar lokasi pabrik, meliputi 27 desa di 7 Kecamatan seputar Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, dan Jombang.

"Dalam proses finishing kantong belanja ini, Tjiwi Kimia menyediakan 100% bahan baku. Mitra usaha kamilah yang menyelesaikan sampai tuntas, mulai dari melipat, mengelem, sampai memasangkan tali dan aksesori lainnya," tuturnya.

Sebagian besar anggota KP kantong belanja adalah para ibu rumah tangga. Kesempatan kerja ini dirasakan sangat meningkatkan peran perempuan dalam mendukung perekonomian dalam keluarganya.

Bahkan, beberapa dari mereka yang sudah bekerja lama dan menjadi kepercayaan pimpinannya dapat menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Insentif dari para pimpinan Mitra Usaha juga diberikan, sesuai dengan etos kerja dan loyalitas masing-masing anggota.

Hasilnya pun kini berbuah semakin manis, dengan membanjirnya pesanan produk shopping bag baik dari pasar lokal hingga ke mancanegara. Bahkan, permintaan ke mancanegara menjadi primadona. Berbagai merk internasional kelas atas selama bertahun-tahun menaruh kepercayaan kepada mereka.

Salah satu mitra usaha KP Shopping Bag Tjiwi Kimia ini adalah Masni'ah, seorang ibu rumah tangga yang kini telah memiliki sekitar 60 orang yang membantunya dalam proses finishing shopping bag. Dari seorang ibu rumah tangga yang tak pernah memiliki pengalaman kerja, Masni'ah kini berhasil meraup omzet senilai puluhan juta rupiah tiap bulannya.

"Suami saya sendiri awalnya nggak yakin dengan usaha ini. bahkan saya nggak pernah kerja sama sekali sebelumnya," tutur Masni'ah dengan seutas senyum.

Tak kurang dari 30.000 buah kantong belanja mampu diselesaikan oleh Masni'ah dan para pekerjanya tiap bulan. Hasil yang diraih Masni'ah tersebut telah melalui proses panjang. Ia merintis usahanya ini sejak tahun 2000, dari awalnya hanya mempekerjakan empat orang hingga kini mencapai puluhan orang.

Mayoritas pekerja mereka adalah perempuan dan ibu rumah tangga yang tidak mengenyam pendidikan lebih lanjut. Beberapa pekerja laki-laki ia pekerjakan untuk membantunya dalam proses pengangkutan dan transportasi.

Masni'ah yang mengerjakan usahanya di dekat tempat tinggalnya di Desa Kedondong, Kecamatan Magersari, Mojokerto berharap Tjiwi Kimia dapat terus memberikan pesanan pekerjaan finishing kantong belanja, karena kelangsungan usahanya juga berkaitan erat dengan para pekerjanya.

"Kalau pesanan dari Tjiwi Kimia langgeng, ini kan juga buat kelangsungan anak-anak (para pekerja). Mereka bisa jadi mandiri dan berdaya secara ekonomi," ungkap Masni'ah.

“Bukanlah hal yang mudah untuk menyerahkan sebagian proses bisnis skala besar kepada pihak lain, terlebih pada sektor usaha kecil. Dibutuhkan kepercayaan tinggi antar kedua pihak. Relasi keduanya juga harus bersifat mutual dan saling menguntungkan.” Tutup Sugiyanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinarmas tjiwi kimia
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top