RUPIAH ATAS DOLAR AS: Sentimen Ini Penggerak Kurs (2 November)

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi tekanan yang dialami nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (2/11/2015) berkurang
Linda Teti Silitonga | 02 November 2015 08:31 WIB
Rupiah - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi tekanan yang dialami nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (2/11/2015) berkurang

"Disahkannya RAPBN 2016 pada Jumat malam seharusnya bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah, apalagi jika sentimen pelemahan dolar masih ada. Serta (jika) angka inflasi Oktober yang datang pagi ini turun drastis,  diperkirakan ke 6,3—6,4% YoY,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta, dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (2/11/2015).

Dikemukakan rupiah tertekan hingga Jumat sore ,walaupun sentimen pelemahan dolar semakin terasa di pasar keuangan Asia. Penundaan pengesahaan RAPBN 2016 yang makin mengirimkan kekhawatiran ke pasar, terutama kaitannya terhadap pengeluaran pemerintah yang sangat menentukan prospek pertumbuhan.

Namun akhirnya RAPBN 2016 disahkan pada Jumat malam.

Sementara itu, ujarnya, pelemahan dolar di pasar global makin terlihat terutama setelah angka U. of Mich.

Sentiment turun cukup signifikan di Jumat malam. Hal itu juga diikuti oleh penguatan euro dan yen sekaligus tingkat imbal hasil US Treasury.

“Pagi ini Manufacturing PMI Tiongkok yang tetap di bawah 50 menandakan perlambatan masih terjadi,” kata Rangga.

Indeks manufaktur negara lain seperti Zona Euro dan AS akan datang juga hari ini, dan diperkirakan masih turun.

 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top