Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SMMA Suntik Modal Dua Multifinance

PT Sinar Mas Multiartha Tbk., (SMMA) induk usaha sektor keuangan grup Sinar Mas mengumumkan akan menyuntikan modal maksimal 15% dari modal disetor dua usaha multifinance.nn
Ilustrasi/JIBI-Nurul Hidayat
Ilustrasi/JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sinar Mas Multiartha Tbk., (SMMA) induk usaha sektor keuangan grup Sinar Mas mengumumkan akan menyuntikan modal maksimal 15% dari modal disetor dua usaha multifinance.

Doddy Susanto, Direktur Utama SMMA dalam keterbukaan informasi kepada bursa mengatakan suntikan modal ini diberikan kepada PT Oto Multiartha dan PT Summit Oto Finance.

"Jumlah penyertaan modal tersebut tidak melebihi 20% dari ekuitas perusahaan," kata Doddy di Jakarta, Senin (5/10/2015).

Dia mengatakan realisasi investasi ini baru akan direalisasikan setelah pihaknya mendapatkan izin dari otoritas terkait.

Oto Multiartha dalam laporan tahunan menyebutkan kepemilikan saham perusahaan terdiri dari Sumitomo Corporation 85%, PT Sumitomo Indonesia 10%, serta PT Summit Auto Group 5%. Perusahaan yang didirikan pada 1994 ini memiliki modal dasar Rp1,5 triliun dan modal disetor Rp396,59 miliar.

Sementara Summit Oto Finance, memiliki komposisi pemegang saham Sumitomo Corporation 85%, PT Sumitomo Indonesia 10% dan PT Summit Auto Group sebesar 5%. Sedangkan modal dasar perusahaan tercatat sebesar Rp6 triliun dengan modal disetor Rp1,62 triliun. SMMA tidak menjelaskan besaran dana yang disiapkan perusahaan ataupun sumber pendanaannya.

Kurniawan Udjaja, Direktur Keuangan Sinar Mas Multiartha (SMMA) sebelumnya mengatakan pada tahun ini perusahaan lebih memfokuskan untuk mendukung peningkatan kapasitas anak usaha seperti Bank Sinarmas maupun anak usaha lainnya yang membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi. Pihaknya juga belum berencana menambah lini usaha baru seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Untuk diketahui, Sinar Mas Multiartha bergerak dalam enam sektor yakni asuransi (dengan 9 perusahaan), sekuritas (4 perusahaan), bank dan money changer (2 perusahaan), multifinace (2 perusahaan), perusahaan teknologi informasi (5 perusahaan), dan bidang pendukung lainnya (11 perusahaan).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga 31 Desember 2014 pendapatan perseroan mengalami penurunan 13,10% menjadi Rp14,81 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp17,05 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh menurunannya pendapatan underwriting perusahaan asuransi terutama PT Asuransi Jiwa Sinar Mas MSIG.

Seiring menurunnya pendapatan, perseroan juga menekan beban usaha. Beban perusahaan turun sebesar 13,19% dari Rp15,55 triliun di 2013 menjadi Rp13,50 pada 2014. Sehingga secara total konsolidasi pada tahun lalu perseroan mengalami peningkatan laba bersih 7,8% dari Rp1,12 triliun di 2013 menjadi Rp1,20 triliun pada akhir tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggara Pernando

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper