Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keuangan Tertekan, Fitch Turunkan Outlook Japfa Comfeed (JPFA) Jadi Negatif

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia menurunkan prospek atau outlook PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menjadi negatif dari sebelumnya stabil akibat kondisi keuangan yang tertekan.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 09 April 2015  |  19:34 WIB
Keuangan Tertekan, Fitch Turunkan Outlook Japfa Comfeed (JPFA) Jadi Negatif
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia menurunkan prospek atau outlook PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menjadi negatif dari sebelumnya stabil akibat kondisi keuangan yang tertekan.

Shahim Zubair, analis Fitch Ratings, mengatakan pada saat yang sama, pihaknya menegaskan kembali peringkat surat utang jangka panjang Japfa Comfeed pada BBB-.

Surat utang tanpa jaminan Japfa Comfeed dalam rupiah dan dolar AS juga ditegaskan pada level BB- seperti yang diberikan kepada Comfeed Finance B.V.

"Fitch juga menegaskan peringkat jangka panjang nasional Japfa Comfeed pada level A+(idn) dan menurunkan outlook menjadi negatif dari stabil," ungkapnya dalam siaran pers, Kamis (9/4/2015).

Peringkat obligasi Rp1,5 triliun yang akan jatuh tempo pada 2017 juga ditegaskan pada level A+(idn).

Penurunan prospek yang dilakukan Fitch merefleksikan keuangan perseroan masih di bawah tekanan di tengah prospek pasar yang tak menentu.

Pertumbuhan permintaan yang lemah, sambungnya, dengan pasokan yang tinggi dapat menyebabkan margin yang tipis bagi Japfa Comfeed pada 2014.

Akibatnya, leverage dari net debt to EBITDA JPFA mencapai 3,7x melebihi ambang batas 2,5x dimana Fitch akan mempertimbangkan tindakan peringkat negatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

japfa comfeed fitch ratings
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top