Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bentoel International (RMBA), Pemegang Saham Setuju Berikan Utang Rp6,7 Triliun

Pemegang saham produsen rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA) menyetujui pemberian pinjaman dari induk usaha Rothman Far East BV. senilai Rp6,7 triliun untuk pembayaran utang jatuh tempo dan modal kerja.
Bentoel Group/Antara
Bentoel Group/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemegang saham produsen rokok PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA) menyetujui pemberian pinjaman dari induk usaha Rothman Far East BV. senilai Rp6,7 triliun untuk pembayaran utang jatuh tempo dan modal kerja.

Mercy Fransisca Hutahaean, Sekretaris Perusahaan RMBA, mengatakan persetujuan tersebut dilakukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Selasa (24/2/2015) di Financial Club Jakarta.

Secara keseluruhan, RUPS membahas tiga agenda termasuk persetujuan pemberian pinjaman dan rencana akuisisi saham oleh anak-anak usaha perseroan, serta perubahan susunan komisaris.

"RUPSLB dihadiri oleh pemegang saham 85,55%," ungkapnya dalam laporan kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/2/2015).

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui pemberian fasilitas pinjaman subordinasi jangka panjang yang akan diberikan Rothman Far East BV sesuai dengan fraft perjanjian pinjaman tanpa agunan. Fasilitas pinjaman subordinasi jangka panjang yang akan diberikan RFE kepada perseroan senilai Rp6,7 triliun.

Dana hasil pinjaman tersebut akan digunakan untuk mengurangi sebagian jumlah utang jangka pendek yang diberikan Deutsche Bank AG, The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC), dan Citibank N.A.

Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk ekspansi bisnis yang akan dilakukan oleh emiten berkode saham RMBA tersebut, dan oleh anak-anak perusahaan. Rencana ekspansi yang dimaksud berupa pembelian bahan baku, barang modal, kegiatan pemasaran dan distribusi.

Pada saat yang sama, manajemen Bentoel juga akan melakukan amandemen perjanjian jangka panjang tanpa agunan yang ditandatangani pada 12 Agustus 2013 lalu.

Saat itu, RMBA mengantongi utang Rp5,3 triliun yang telah dicairkan keseluruhan pada 30 September 2014 dari pemberi utang, Rothmans Far East BV. Amandemen yang dilakukan berupa perpanjangan masa jatuh tempo utang dari 29 Agustus 2016 menjadi 30 Juni 2018.

Hingga 30 September 2014, RMBA masih belum melakukan pembayaran utang atas pinjaman senilai Rp5,3 triliun tersebut.

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui aksi korporasi anak usaha perseroan. Anak usaha RMBA bakal mengakuisisi saham PT Export Leaf Indonesia senilai Rp238 miliar.

Dua anak usaha yang akan mengakuisisi 100% saham Export Leaf Indonesia adalah PT Bentoel Prima dan PT Java Tobaco.

Bentoel Prima akan mengakuisisi 9,9 juta saham ELI atau 99% dengan nominal Rp9.389 per lembar dari pemegang saham sebelumnya, British American Tobacco International Holdings (UK) Limited. Total transaksi mencapai Rp235,62 miliar sesuai dengan perjanjian akuisisi.

Sementara itu, Java Tobacco akan mencaplok 100.000 lembar saham ELI dengan nominal Rp9.389 per lembar atau setara dengan 1% modal ditempatkan dan disetor penuh. Java Tobaco mengakuisisi saham ELI dari Powhattan Limited senilai Rp2,38 miliar.

"Agenda terakhir menyetujui untuk mengangkat Eddy Abdurrachman sebagai komisaris independen untuk jangka waktu 3 tahun," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper