Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suspensi Saham BULL Diharapkan Segera Dicabut

Setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham terkait rencana restrukturisasi utang, PT Buana Listya Tama Tbk. berharap suspensi saham bisa segera dicabut.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 20 Februari 2015  |  14:26 WIB
Suspensi Saham BULL Diharapkan Segera Dicabut
Pengunjung mencari informasi pada monitor layar sentuh, di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. - JIBI/Rachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham terkait rencana restrukturisasi utang, PT Buana Listya Tama Tbk. berharap suspensi saham bisa segera dicabut.

Corporate Secretary Buana Listya Tama (BULL) Vicky Ganda Saputra mengatakan penghentian sementara perdagangan saham efek BULL terjadi sejak pertengahan tahun lalu.

Suspensi saham BULL tersebut terjadi karena adanya keterlambatan penyampaian laporan keuangan perseroan, sebagai dampak lanjutan dari proses pembahasan restrukturisasi utang yang berlarut-larut.

"Harapan kami, karena rencana restrukturisasi ini sudah disetujui pemegang saham, suspensi bisa segera dibuka kembali," ungkapnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (20/2/2015).

Seperti diketahui, BULL masih dalam proses penuntasan restrukturisasi utang dengan Merrill Lynch Credit Products LLC dan Orchard Centar Master Limited (MLOR) sebesar US$7,8 juta.

Terkait hal itu, pemegang saham telah menyetujui rencanareverse stock dengan rasio 8:1, sekaligus menerbitkan saham seri B seperti rencana awal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei bull
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top