Pasar SUN Berpeluang Alami Reli Lanjutan

Pada Januari 2015, pasar obligasi negara kembali mengalami rally. Adapun, peluang rally lanjutan diprediksi masih ada.
Riendy Astria | 02 Februari 2015 20:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Pada Januari 2015, pasar obligasi negara kembali mengalami rally. Adapun, peluang rally lanjutan diprediksi masih ada.

 

Siswa Rizali, Kepala Riset PT AAA Aset Manajemen mengatakan pada periode 2 Januari-28 Januari 2015, return surat utang negara (SUN) mencapai 6,8% atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan IHSG yang hanya naik 0,8%.

 

Meski demikian, rally atau momentum seperti itu bukan hanya terjadi pada obligasi Indonesia. Rally obligasi juga terjadi di Amerika Serikat. Pada periode yang sama, yield US Treasury (10 tahun) turun ke angka 1,75% dan S&P500 turun 3,7%.

 

Ini disebut deflationary trade atau ketakutan pertumbuhan ekonomi global yang rendah, deleverage berlanjut, gejolak bursa meningkat, membuat investor cari aman dengan cara beli US Treasury dan obligasi negara emerging market atau memiliki fundamental baik, seperti Indonesia,” kata Siswa kepada Bisnis belum lama ini.

 

Menurutnya, rally obligasi tidak dapat diperkirakan. Saat momentum mulai terjadi, sulit menebak apakah rally akan berlanjut terus atau tidak. Adapun, sebelum rally pada Januari ini, terakhir SUN rally pada November 2014.

 

Rally sekarang ini sebenarnya tidak ada penjelasan fundamental. Ini hanya karena perubahan sentimen dari orang yang terlalu takut menjadi percaya diri, Tidak ada yang tahu kalau pasar mau rally,”katanya.

 

Meski tidak bisa memperkirakan, bila melihat perbandingan yield SUN Indonesia terhadap peers, seperti Thailand, Turki, dan Vietnam, dia menilai SUN Indonesia masih mempunyai peluang rally lanjutan. Ini mengingat, selain yield yang tinggi, nilai tukar Indonesia juga paling terdepresiasi sepanjang 2013-2014.

 

rally optimisme akan terjadi setelah perbaikan fundamental makro disadari oleh semua investor. Oleh sebab itu, itu investor biasanya memperbaiki investasinya berdasarkan fundamental ekonomi, meski faktanya tidak lebih dari spekulasi mengejar rally (momentum).

 

Karena itu saat ini kami cenderung untuk lebih konservatif dalam berinvestasi di SUN. rally tahap ketiga biasanya berbasis optimisme berlebihan, seperti saat Indonesia memperoleh investment grade dari Fitch dan Moody’s.”

Tag : sun, surat utang negara
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top