Meski di Bawah Performa, Reksa Dana Saham Dinilai Masih Menarik

Meski pada Januari ini kinerja reksa dana saham kurang memuaskan, Direktur PT Infovesta Utama Parto Karwito optimistis return reksa dana saham masih akan menarik tahun ini. Dia memperkirakan, return bisa mencapai 15%-20%.
Riendy Astria | 02 Februari 2015 20:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Meski pada Januari ini kinerja reksa dana saham kurang memuaskan, Direktur PT Infovesta Utama Parto Karwito optimistis return reksa dana saham masih akan menarik tahun ini. Dia memperkirakan, return bisa mencapai 15%-20%.

Adapun, pada Januari ini, kinerja saham memang turun naik. Berdasarkan data PT Infovesta Utama, imbal hasil (return) reksa dana saham sepanjang Januari 2015 tercatat 0,62% atau di bawah pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sekitar 1,19%.

Selain mencatat return lebih rendah dari IHSG, return reksa dana saham juga lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana campuran dan reksa dana pendapatan tetap.

Return reksa dana campuran tercatat 0,96% dan reksa dana pendapatan tetap mencatatkan return cukup tinggi mencapai 3,31%. Padahal, sepanjang tahun lalu kinerja reksa dana saham sangat cemerlang. return reksa dana saham tahun lalu tercatat 27,86% atau di atas pertumbuhan IHSG yang 22,29%. Adapun, return reksa dana campuran tercaat 16,91% dan reksa dana pendapatan tetap 7,85%.

“Januari, saham konstruksi naik sementara fund manager tidak banyak menjadikan saham konstruksi sebagai asetnya. Selain itu, saham-saham emiten kecil juga banyak yang kinerjanya bagus, yang tidak tercover dalam portofolio sebagian besar reksa dana saham,” jelas Parto saat dihubungi Bisnis.com, Senin (2/2/2015).

Pada sisi lain, wajar saja kinerja reksa dana saham sepanjang Januari ini lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana campuran dan reksa dana pendapatan tetap. Kepala Riset PT AAA Aset Manajemen Siswa Rizali mengatakan, meski IHSG naik mencapai titik tertinggi baru, pemenang pad Januari 2015 adalah kinerja surat utang negara (SUN).

Dalam periode 2 Januari-28 Januari, return SUN tumbuh hingga 6,8%. Pada periode tersebut juga, inflow sudah sekitar Rp30 triliun. Dia menilai, bila melihat dinamika return aset sepanjang 2011-2014, reksa dana campuran memiliki prospek yang bagus.

Menurutnya, reksa dana campuran memiliki keunggulan bisa melakukan perpindahan investasi ke aset yang potensial memberikan return lebih tinggi dalam periode tertentu (alokasi aset taktis). Sayangnya, investor jarang melirik reksa dana campuran sehingga banyak peluang yang terlewatkan.

Adapun, sepanjang Januari ini, tiga produk reksa dana saham dengan return tertinggi a.l BNI-AM Dana Berkembang dengan return 3,88%, Pratama Syariah tercatat 3,44% dan Pratama Dana Prima Sahm yang menorehkan return 3,40%.

Sedangkan, tiga produk reksa dana saham dengan return terendah a.l Treasure Fund Super Maxxi sekitar -6,72%, Valbury Equity I yang hanya mencatat return -6,52%, dan Milenium Equity Prima Plus dengan return -5,11%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top