Januari 2015, Kinerja Reksa Dana di Bawah Indeks

Prediksi kinerja reksa dana saham tahun ini tak secemerlang tahun lalu bisa jadi benar. Sepanjang Januari 2015, imbal hasil reksa dana saham underperform atau lebih rendah dari pertumbuhan indeks harga saham gabungan.
Riendy Astria | 02 Februari 2015 19:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Prediksi kinerja reksa dana saham tahun ini tak secemerlang tahun lalu bisa jadi benar. Sepanjang Januari 2015, imbal hasil reksa dana saham underperform atau lebih rendah dari pertumbuhan indeks harga saham gabungan.

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, imbal hasil (return) reksa dana saham sepanjang Januari 2015 tercatat 0,62% atau di bawah pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sekitar 1,19%. Selain mencatat return lebih rendah dari IHSG, return reksa dana saham juga lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana campuran dan reksa dana pendapatan tetap.

Return reksa dana campuran tercatat 0,96% dan reksa dana pendapatan tetap mencatatkan return cukup tinggi mencapai 3,31%. Padahal, sepanjang tahun lalu kinerja reksa dana saham sangat cemerlang. return reksa dana saham tahun lalu tercatat 27,86% atau di atas pertumbuhan IHSG yang 22,29%. Adapun, return reksa dana campuran tercaat 16,91% dan reksa dana pendapatan tetap 7,85%.

Bila melihat data tersebut, reksa dana pendapatan tetap atau yang sebagian besar asetnya obligasi menorehkan return yang bagus. Data Infovesta menunjukkan, Infovesta Government Bond Index yang merupakan acuan obligasi tercatat tumbuh 3,76% sepanjang Januari 2015.

Vilia Wati, analis PT Infovesta Utama, mengatakan lebih rendahnya imbal hasil reksa dana saham dibandingkan dengan reksa dana campuran dan pendapatan tetap disebabkan oleh kinerja bursa obligasi yang lebih unggul dibandingkan dengan saham pada periode tersebut.

Selama Januari, beberapa sentimen positif yang menopang kinerja bursa saham dan obligasi a.l adanya ekspetasi inflasi yang melandai pasca penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan stimulus yang dikucurkan oleh Bank Sentral Eropa.

Sementara itu, kinerja reksa dana saham yang lebih rendah dibandingkan dengan IHSG lebih disebabkan oleh pergerakan reksa dana saham yang cenderung lebih agresif dibandingkan dengan IHSG. Akibatnya, pada saat bursa saham beberapa kali terkoreksi secara harian di Januari, penurunan yang terjadi pada reksa dana saham lebih dalam.

“Akibatnya, jika diamati secara bulanan, kinerja reksa dana saham tercatat lebih rendah dibandingkan dengan IHSG,” kata Vilia saat dihubungi Bisnis, Senin (2/2/2012).

Dia memperkirakan, kinerja reksa dana saham yang masih di bawah pertumbuhan IHSG masih akan berlanjut dalam jangka pendek. “Masih berlanjut jika pergerakan IHSG masiih fluktuatif akibat minimnya sentimen positif dari domestik yang dapat mendongkrak tren positif di bursa saham,” jelasnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top