Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Dana Kelola Trimegah dan Manulife Ambisius

PT Trimegah Asset Management Tbk dan PT Manulife Aset Manajemen menargetkan pertumbuhan asset under management atau dana kelolaan tahun ini bisa di atas pertumbuhan industri reksa dana.n
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 28 Januari 2015  |  21:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- PT Trimegah Asset Management Tbk dan PT Manulife Aset Manajemen menargetkan pertumbuhan asset under management atau dana kelolaan tahun ini bisa di atas pertumbuhan industri reksa dana.

Denny R. Thaher, Direktur Utama Trimegah Asset Management mengatakan, sepanjang 2014, Trimegah berhasil menjaring asset under management (AUM) atau dana kelolaan senilai Rp7,16 triliun atau tumbuh hingga 70% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut jauh di atas pertumbuhan industri yang sekitar 21,49%.

Adapun, pada 2014, Trimegah meluncurkan 11 produk reksa dana yang terdiri dari reksa dana pasar uang, reksa dana terproteksi, kontrak pengelolaan dana (KPD) dan reksa dana penyertaan terbatas.

Untuk tahun ini, dengan sejumlah indikator makro ekonomi nasional yang positif dan situasi global yang tetap menantang, Denny optimis industri reksa dana tahun ini akan tumbuh double digit. Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap investasi, khususnya kelompok menengah usia muda, merupakan pasar reksa dana yang sangat potensial saat ini.

Kinerja Trimegah pada tahun 2014 mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Di tahun 2015 Trimegah optimis akan mampu mempertahankan dan melanjutkan kinerja positif tahun lalu,” kata Denny di Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Dibukanya Asean Free Trade Zone pada Desember 2015 dinilai sebagai kesempatan yang baik untuk berinvestasi. Ditengah meningkatnya kewaspadaan terhadap pengetatan ekonomi di Amerika, pemerintah baru dipercaya akan mampu melanjutkan reformasi struktural dan mendorong perekonomian tumbuh semakin positif.

Melihat dari sudut pandang perekonomian global, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak seburuk dengan apa yang ditakuti pasar dan para pelaku ekonomi. Bagaimanapun zona Eropa, Jepang, Cina dan negara lainnya membutuhkan dorongan untuk perekonomiannya, yang kemungkinan besar adalah dalam bentuk gelombang quantitative easing baru.

Apabila Amerika mengetatkan perekonomian, negara berkembang lain akan memberikan likuiditas yang cukup di pasar. Pihaknya menyadari risiko jangka pendek dan akan berusaha sebaik mungkin untuk memitigasi hal tersebut.

“Tapi kami percaya Indonesia tengah menuju jalan yang tepat dan dapat memberikan kesempatan berinvestasi yang akan menghasilkan return signifikan. Mengidentifikasi perusahaan berkualitas adalah kunci kami dalam mendapatkan return yang lebih baik dibandingkan benchmark," jelas Denny.

Denny menambahkan penurunan harga minyak, pemangkasan subsidi BBM dan alokasi anggaran yang lebih besar ke sektor infrastruktur akan menjadi sejumlah katalis pendorong perekonomian di 2015.

Asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditetapkan sebesar 5,7% tahun ini, lebih tinggi dari realisasi tahun 2014 sebesar 5,1%, menunjukkan bahwa potensi penguatan ekonomi terbuka lebar.

Sementara itu, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia juga menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

Data per September 2014 menunjukkan, dana kelolaan Manulife tercatat Rp48,6 trilliun atau tumbuh sekitar 9,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Kami harapkan mudah-mudahan tahun ini lebih baik, kami di Manulife berusaha dengan menambah investor baru,” kata Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur Manulife.

Salah satu cara untuk mencapai target itu, Manulife menjalin kerjasama dengan Citibank N.A. Indonesia (Citi) untuk memberikan solusi alternatif dalam berinvestasi.

Dengan kerja sama ini, Citi akan memasarkan produk baru reksa dana saham Manulife yang bernama Manulife Saham Strategi Unggulan (MANSATU) di 20 kantor cabang Manulife di enam kota besar di Indonesia. Produk ini memiliki felsibilitas dalam berinvestasi, baik pada saham berkapitalisasi besar maupun kapitalisasi kecil.

 “Produk ini diluncurkan Juni tahun lalu, memang belum punya investor. Kami yang mengelola, kami yang jadi sponsor utama. Diharapkan setelah kerja sama dengan Citi, ini bisa menjadi solusi bagi nasabah Citi,” kata Putut Endro Andanawarih, Director of Business Development Manulife.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajer investasi
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top