Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Pilih Reksa Dana Terproteksi daripada Reksa Dana Saham

Investor dinilai cenderung memilih instrumen investasi reksa dana terproteksi dibandingkan dengan reksa dana saham seiring adanya tantangan di pasar finansial tahun depan.
 Investor dinilai cenderung memilih instrumen investasi reksa dana terproteksi dibandingkan dengan reksa dana saham. /
Investor dinilai cenderung memilih instrumen investasi reksa dana terproteksi dibandingkan dengan reksa dana saham. /

Bisnis.com, JAKARTA- Investor dinilai cenderung memilih instrumen investasi reksa dana terproteksi dibandingkan dengan reksa dana saham seiring adanya tantangan di pasar finansial tahun depan.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari lima belas produk yang mendapatkan izin efektif penerbitan reksa dana sepanjang Desember 2014, sembilan di antaranya merupakan reksa dana terproteksi. Sedangkan sisanya merupakan reksa dana pasar uang, saham, pendapatan tetap dan syariah.

Reksa dana terproteksi memiliki fitur khusus adanya proteksi (namun bukan jaminan) terhadap nilai pokok investasi awal, jika tidak terjadi wan-prestasi (gagal bayar) dari instrumen atau emiten penerbit surat utang yang digunakan atau pihak (counterparty) yang terlibat dalam portofolio investasi produk ini.

Reksa dana terproteksi umumnya dikategorikan sebagai investasi dengan risiko rendah hingga menengah. Pada umumnya, reksa dana jenis ini digunakan untuk tujuan investasi jangka menegah.

Struktur reksa dana terproteksi sebagian besar  berisi obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi perusahaan. Sementara sisanya dapat berupa pasar uang, saham atau produk-produk derivatif.

Analis PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan produk-produk baru yang dikeluarkan oleh manajer investasi (MI) sangat tergantung dari animo investor yang akan membeli produk reksa dana. Besarnya minat investor terhadap reksa dana terproteksi dinilai cukup wajar lantaran tahun depan terdapat tantangan di pasar finansial Indonesia.

“Terutama dari pertumbuhan ekonomi global dan dampak dari potensi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS). Struktur reksa dana terproteksi memang berisiko rendah dibandingkan dengan reksa dana lain, seperti reksa dana saham,” kata Yosua kepada Bisnis pekan lalu.

Adapun, MI yang menerbitkan produk baru reksa dana terproteksi sepanjang Desember 2014 a.l.  PT PNM Investment Management dengan produk bernama Reksa Dana Terproteksi PNM Terproteksi Dana Investa 2. Kemudian, ada  PT Mandiri Manajemen Investasi yang mengeluarkan dua produk reksa dana terproteksi sekaligus, yakni Reksa Dana Terproteksi Mandiri Seri 21 dan Seri 17.

Tiga seri produk baru reksa dana terproteksi milik PT Emco Asset Management juga mendapatkan izin efektif sepanjang Desember ini. Tak mau ketinggalan, PT Insight Investments Management,  PT CIMB Principal Asset Management, dan PT Trimegah Asset Management juga mengeluarkan produk baru dengan nama masing-masing Reksa Dana INSIGHT Terproteksi 3, Reksa Dana Terproteksi CIMB Principal CPF XVI, dan Reksa Dana Terproteksi TRAM Terproteksi Futura II.

VP Quant Kapital Hans Kwee mengatakan manajer investasi memang lebih aman bila mengeluarkan produk reksa dana terproteksi saat ini. “Karena suku bunga tinggi dan adanya event pemilu, maka lebih aman mengeluarkan reksa dana terproteksi. Risiko terukur,” kata Hans kepada Bisnis pekan lalu.

Sementara itu, Head of Investment PT AAA Asset Management Siswa Rizali mengatakan tantangan yang ada tahun depan tidak serta merta menjadi alasan MI mengeluarkan produk reksa dana terproteksi.

“Tidak sih (kaitan dengan tantangan). Tipikal kalau cari yang pasti-pasti saja, begitu kupon sedang tinggi dan pasar biasa-biasa saja, ya mudah jualan reksa dana terproteksi. Jadi, cari obligasi dengan yield tinggi dari emiten bagus, bungkus dengan proteksi, maka produk jadi sangat menarik,” jelas Siswa kepada Bisnis pekan lalu.

Pada sisi lain, bukan berarti MI tidak berani menerbitkan reksa dana jenis lain. Sepanjang Desember ini, izin penerbitan efektif juga sudah diperoleh oleh Reksa Dana Mega Dana Kas Syariah berjenis pasar uang oleh PT Mega Capital Investama. Kemudian, PT Pacific Capital Investment dan PT Ciptadana Asset Management yang menerbitkan reksa dana saham dengan produk bernama Reksa Dana Pacific Saham Syariah dan Reksa Dana Cipta Beta Equity.

Tak ketinggalan PT Mandiri Manajemen Investasi menerbitkan reksa dana pasar uang (dollar)  dan syariah dengan nama Reksa Dana Mandiri Capital Dollar Optima dan Reksa dana Mandiri Kapital Syariah. Selain itu, ada  PT Browsprit Asset Management yang menerbitkan produk reksa dana pendapatan tetap dengan nama RDPT Browsprit Infrastrukcture Fund I.

BACA JUGA:

Pilih Topik Berita Favorit untuk Diulas Harian Bisnis Indonesia

Anjuran Hidup Sederhana PNS, Jangan Sekadar Mengejar Citra

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Riendy Astria
Editor : Setyardi Widodo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper