Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BTEK Kerjasama Pengangkutan Kayu Bulat Rp2,55 miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. telah menyelesaikan kontrak perjanjian kerjasama pengangkutan kayu bulat dengan PT Armada Prima Samudera dengan nilai kontrak Rp2,55 miliar.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 22 Agustus 2014  |  16:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. telah menyelesaikan kontrak perjanjian kerjasama pengangkutan kayu bulat dengan PT Armada Prima Samudera dengan nilai kontrak Rp2,55 miliar.

Ari Sutanto, Direktur Utama Bumi Teknokultura Unggul, mengatakan kerjasama dengan PT Armada Prima Samudera itu dilakukan melalui anak usaha perseroan yaitu PT Mitra Pembangunan Global.

"Untuk rincian biaya pengangkutan telah ditentukan sebesar Rp300.000 per meter kubik," ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (21/8).

Nantinya pengangkutan kayu bulat itu dilakukan dengan angkutan perairan sungai. Trayek pengangkutannya diambil dari tempat penimbunan kayu di Induk Kais ke penimbunan kayu di Antara Kampung Makaroro yang keduanya berada di Sorong Selatan, Papua Barat.

Kontrak antara anak usaha emiten berkode BTEK itu dengan Armada Prima Samudera akan berjalan dari 1 September 2014 sampai 31 Desember 2014. Perpanjangan kerja sama dapat  dilakukan dengan ketentuan maksimal perpanjangan adalah 4 bulan.

Sepanjang semester I/2014 BTEK tercatat mengalami penurunan pendapatan sebesar 37,65% menjadi Rp16,47 miliar dibandingkan dengan semester I/2013 senilai Rp26,43 miliar.

Penurunan pendapatan itu membuat laba bersih perseroan juga negatif sebesar 2,57% menjadi Rp1,45 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,49 miliar.

Pendapatan BTEK tahun ini jatuh cukup dalam karena lini usaha perseroan sedang mengalami penurunan. Bahkan lini usaha kayu Jati, Sansivera, dan Aglaonema sama sekali tidak berproduksi sepanjang semester I.

Lalu, pendapatan dari produksi kayu bulat yang pada semester I tahun lalu berkontribusi paling besar untuk pendapatan sebesar 93,99%.

Tapi, untuk semester I tahun ini pendpatan kayu bulat menurun drastis sebesar 79,67% menjadi Rp5,05 miliar dibandingkan dengan semester I tahun lalu senilai Rp24,84 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari jasa pembalakan dan pengangkutan berkontribusi paling besar pada semester I tahun ini sebesar 69,19% dari pendapatan keseluruhan.

Jasa pembalakan dan pengangkutan perseroan yang baru berjalan tahun ini tercatat meraih pendapatan senilai Rp11,4 miliar.

Pada tahun ini, BTEK juga merencanakan akuisisi terhadap 10 perusahaan di Papua yang prosesnya akan berjalan sampai akhir tahun ini. Namun, pada Juli lalu perseroan menyebutkan proses akuisisi masih dalam tahap penjajakan.

Pada 2013 BTEK telah melakukan akuisisi terhadap PT Bangun Kayu Irian dan PT Mitra pembangunan Global. Nilai investasi yang dikeluarkan BTEK dari aksi akuisisi itu senilai Rp104,04 miliar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten kayu bulat
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top